Salin Artikel

Karhutla di Dumai Meluas, Kapolda Riau Turun Tangan Padamkan Api

PEKANBARU, KOMPAS.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Kota Dumai, Riau, dalam beberapa hari terakhir dan belum berhasil dipadamkan.

Hingga kini, total lahan yang terbakar mencapai sekitar 56,75 hektar.

Kapolda Turun Langsung ke Lokasi

Kapolda Riau Herry Heryawan turun langsung ke lokasi kebakaran di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kamis (26/3/2026).

Ia ikut membantu proses pemadaman bersama tim gabungan dari Polri, TNI, Manggala Agni, dan BPBD.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Wali Kota Dumai Faisal, Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang, serta Dandim 0320/Dumai Letkol (ARM) Herman Santoso.

"Saya hadir di sini dalam rangka pemadaman dan pendinginan karhutla di wilayah hukum Polres Dumai berjalan dengan baik. Kemudian memberikan motivasi dan penguatan kepada personel di lapangan dalam upaya percepatan penanganan karhutla," ujar Herry.

Menurut Herry, kesiapan personel dan sarana prasarana dalam penanggulangan karhutla secara umum sudah memadai.

Namun, sejumlah titik api masih berpotensi menimbulkan asap sehingga membutuhkan penanganan intensif.

"Tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan," tambahnya.

Dekat Permukiman Warga

Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang mengatakan, lokasi kebakaran berada dekat dengan permukiman warga sehingga penanganan dilakukan secara maksimal.

Langkah ini untuk mencegah dampak asap dari kebakaran, terutama di lahan gambut, agar tidak mengganggu masyarakat.

Selain di Dumai Timur, titik api juga terdeteksi di Kecamatan Bukit Kapur, Sungai Sembilan, dan Medang Kampai.

"Saat ini dilakukan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya api ke permukaan lahan," ujar Angga.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran hutan dan lahan tersebut.

https://regional.kompas.com/read/2026/03/26/155911178/karhutla-di-dumai-meluas-kapolda-riau-turun-tangan-padamkan-api

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com