Salin Artikel

8 Rumah Kontrakan Hangus Terbakar di Pekanbaru, Korban: Hanya Baju di Badan yang Tersisa

Pantauan Kompas.com, api sangat besar saat melahap bangunan rumah semi permanen tersebut. Dalam waktu sekitar setengah jam, seluruh bangunan telah menjadi arang dan abu.

Beberapa penghuni rumah tampak menangis histeris menyaksikan kontrakannya terbakar. Sejumlah armada pemadam kebakaran (Damkar) Pekanbaru tiba di lokasi untuk memadamkan api. Petugas damkar bersama TNI dan polisi, berupaya memadamkan api. 

Nelmiati (56), salah satu korban mengaku tak bisa berbuat banyak saat api membakar tempat tinggalnya. 

"Saya ngontrak di rumah ini. Rumah petak ini 8 pintu, tapi cuma 6 yang berisi. Habis semuanya terbakar. Surat menyurat, KTP, BPJS dan dompet habis terbakar. Cuma kain di badan yang tinggal," ujar Nelmiati saat diwawancarai Kompas.com di lokasi kejadian, Senin.

Dia menjelaskan, saat terjadi kebakaran, dirinya hendak pergi ke warung untuk membeli sabun. Sementara suaminya sedang bekerja merehab rumah tempat tinggalnya. 

"Saya mau ke warung, tiba-tiba api sudah besar saja. Suami saya sedang kerja rehab rumah. Anak saya sedang pergi keluar. Televisi dan kipas angin ini yang  selamat ini memang berada di luar dalam becak, karena rumah kan sedang rehab," kata Nelmiati.

Wanita ini menangis histeris sambil melihat rumahnya yang terbakar. Ia sedih tak ada lagi tempat tinggalnya.

"Kami ini orang tak punya, nak. Tempat tinggal kami sudah habis terbakar," ucapnya.

Lebih kurang satu setengah jam, api dapat dipadamkan oleh petugas. Petugas kepolisian tampak memasang garis polisi untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Belum diketahui dari mana sumber api, termasuk kerugian belum dapat ditaksir.

https://regional.kompas.com/read/2026/03/30/165742678/8-rumah-kontrakan-hangus-terbakar-di-pekanbaru-korban-hanya-baju-di-badan

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com