Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Lembata Sulit Dapat BBM di SPBU, Pertamina Minta Maaf

Kompas.com, 10 Maret 2025, 10:51 WIB
Seraphinus Sandi Hayon Jehadu,
Icha Rastika

Tim Redaksi

LEMBATA, KOMPAS.com - PT Pertamina menanggapi antrean bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 56.866.04 di Kabupaten Lembata, NTT, yang terjadi pada Jumat (7/3/2025) dan Sabtu (8/3/2025).

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan permintaan maaf atas kondisi yang terjadi.

Menurutnya, kemacetan yang mengular di SPBU terjadi karena adanya kerusakan pompa dispenser untuk produk Pertalite dan Pertamax di SPBU 56.866.04.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat dari kerusakan pompa dispenser di SPBU 56.866.04 sehingga sementara harus berhenti beroperasi dan berimbas pada antrean panjang di SPBU terdekat di sekitar wilayah tersebut,” ujar Ahad dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).

Baca juga: Penjelasan Pertamina soal Pertamax Campur Air yang Rusak Mobil HRV di Solo

Sebagai tindak lanjut, kata Ahad, tim Pertamina Patra Niaga Sales Area NTT segera berkoordinasi dengan pihak SPBU untuk melakukan percepatan perbaikan kerusakan pompa dispenser tersebut.

Selain itu, Pertamina melakukan penambahan stok BBM ke seluruh SPBU Lembata guna menambah ketahanan stok harian.

“Kita juga terus berkoordinasi dengan pemda dan aparat penegak hukum guna menjaga kondusifitas wilayah tersebut,” kata dia.

“Diharapkan SPBU 56.866.04 sudah bisa beroperasi sehingga keadaan dapat normal kembali,” ucapnya. 

Ahad menyebutkan, di Kabupaten Lembata, terdapat empat lembaga penyalur BBM, yaitu SPBU 56.862.01, SPBU 56.862.03, SPBU 56.862.04, dan SPBU 56.866.04.

Masyarakat yang biasanya mengisi bahan bakar di SPBU 56.866.04 terpaksa beralih ke SPBU 56.862.04 untuk mendapatkan BBM Pertalite.

“Kondisi ini berakibat antrean yang panjang di SPBU tersebut karena SPBU 56.862.01 yang terdekat di wilayah itu tidak menjual produk Pertalite, hanya produk Pertamax, dan SPBU 56.862.03 jauh dari pusat Kota Lembata,” tuturnya.

Baca juga: Bahlil Minta Pertamina Pasang Contoh BBM RON 90 dan 92 di Semua SPBU

Ia menyampaikan bahwa bagi masyarakat maupun konsumen yang membutuhkan informasi seputar produk dan layanan dari Pertamina, dapat menghubungi Pertamina call center di nomor 135.

Diberitakan sebelumnya, warga Lembata mengeluh lantaran kesulitan mendapatkan BBM di SPBU.

Kondisi tersebut mengakibatkan harga BBM yang dijual eceran di Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, melambung tinggi tembus Rp 50.000 per botol.

Warga Lembata, Rikardus Bala mengungkapkan bahwa kenaikan harga itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir.

“Sudah tiga hari ini harga BBM naik Rp 40.000-Rp 50.000 per botol,” ujar Rikardus saat dihubungi, Sabtu (8/3/2025).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Regional
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Regional
Penemuan Jasad Bayi di Sambas, Saksi Sempat Kira Bungkusan Ayam
Penemuan Jasad Bayi di Sambas, Saksi Sempat Kira Bungkusan Ayam
Regional
Pemkot Palembang Tegaskan WFH Bukan Libur, ASN Tetap Harus Produktif
Pemkot Palembang Tegaskan WFH Bukan Libur, ASN Tetap Harus Produktif
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Warga Lembata Sulit Dapat BBM di SPBU, Pertamina Minta Maaf
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat