Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapolda Jabar Jamin Jalur Puncak Bogor Bebas Pungli: Masyarakat Harus Nyaman Berwisata

Kompas.com, 23 Maret 2026, 17:42 WIB
Afdhalul Ikhsan,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian memastikan keamanan wisatawan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, selama libur Lebaran 2026 tetap terjaga, termasuk menjamin tidak adanya praktik pungutan liar (pungli).

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan, aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam pengamanan arus wisata di wilayah tersebut.

“Saya tadi menekankan kepada Kapolres untuk masalah keamanan. Ini menjadi prioritas bagaimana pengunjung wisata arah ke Puncak dapat nyaman,” kata Rudi usai meninjau arus lalin di Pos Terpadu Hoegeng, Gadog, Puncak Bogor, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Pantau Jalur Puncak Bogor, Kapolda Jabar Ungkap Mekanisme One Way hingga Antisipasi Kriminalitas

Ia menyebut, kepolisian berupaya memastikan wisatawan terhindar dari berbagai potensi gangguan kriminalitas selama berada di lokasi wisata. Selain itu, pengawasan juga diperketat untuk menutup celah praktik pungli yang kerap muncul saat momentum libur panjang.

“Kami pastikan tidak ada pungli, supaya masyarakat nyaman,” ujarnya.

Rudi mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menikmati liburan dengan rasa aman tanpa adanya beban tambahan biaya di luar ketentuan resmi.

Menurut dia, praktik pungli tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas di kawasan wisata.

Baca juga: One Way dari Puncak ke Jakarta Berlaku Siang Ini, Polisi Minta Wisatawan Patuhi Rekayasa Lalin

Karena itu, kepolisian bersama instansi terkait terus meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan, baik di jalur menuju lokasi wisata maupun di area destinasi.

"Alhamdulillah kita sudah antisipasi semuanya supaya mereka tetap lancar ya dan nyaman, termasuk juga keamananan yang lebih penting lagi, di tempat-tempat wisata kami pastikan tidak ada pungli ya. Ini juga supaya mereka nyaman, yang biasanya ada yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapat rezeki lebih, tapi insyaallah ini kita tidak ada (pungli)," jelasnya

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan memprediksi puncak arus balik mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026 akan mulai terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026.

Baca juga: Arus Balik di Terminal Arjosari Malang Masih Landai, Puncak Diprediksi 24 dan 28 Maret

Rudi mengatakan, prediksi tersebut merupakan gelombang pertama arus balik setelah masyarakat memanfaatkan libur panjang Lebaran untuk berwisata dan bersilaturahmi.

“Arus balik diperkirakan tanggal 24, 25 ya. Arus balik pertama. Keduanya nanti mungkin tanggal 27, 28,” kata Rudi saat meninjau situasi lalin di Pos Terpadu Simpang Gadog, Puncak, Bogor, Senin (23/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini pergerakan masyarakat di wilayah Jawa Barat masih didominasi aktivitas wisata dan kunjungan antar daerah.

Baca juga: Masuki Puncak Arus Balik, Kendaraan Roda Dua Padati Akses ke Jembatan Suramadu

Menurut dia, kondisi tersebut membuat arus lalu lintas belum sepenuhnya mengarah pada arus balik ke Jakarta maupun kota besar lainnya.

“Ini lagi masanya mudik lokal. Masih waktu liburan nasional sehingga terjadi silaturahmi antar kabupaten,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Regional
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Regional
Penemuan Jasad Bayi di Sambas, Saksi Sempat Kira Bungkusan Ayam
Penemuan Jasad Bayi di Sambas, Saksi Sempat Kira Bungkusan Ayam
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kapolda Jabar Jamin Jalur Puncak Bogor Bebas Pungli: Masyarakat Harus Nyaman Berwisata
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat