Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nelayan Belitung Kembali Temukan Paket Sabu, 4,3 Kg Tak Bertuan, Terkubur di Pulau Ulat Bulu

Kompas.com, 29 Maret 2026, 17:56 WIB
Heru Dahnur ,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Wilayah perairan Belitung kembali digegerkan dengan penemuan paket narkotika jenis sabu yang tidak diketahui pemiliknya.

Kali ini, sebanyak empat bungkus sabu dengan berat bruto 4,310 kilogram ditemukan di kawasan Pulau Ulat Bulu, Desa Juru Sebrang, Kecamatan Tanjung Pandan.

Penemuan ini menambah panjang daftar kasus serupa di wilayah hukum Polda Bangka Belitung. Tercatat, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, sudah terjadi tiga kali penemuan paket narkoba di lokasi berbeda di Pulau Belitung.

Baca juga: Viral Napi Diduga Konsumsi Sabu Sambil Video Call, Ombudsman Jambi Desak Pengawasan Ketat Lapas

Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Agus Sugiyarso, mengonfirmasi bahwa penemuan terbaru ini bermula dari laporan nelayan setempat.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan dari Satresnarkoba Polres Belitung bersama pihak Bea Cukai langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penyisiran.

"Hasilnya, petugas menemukan empat paket bungkusan berlakban cokelat yang diduga kuat berisi sabu di lokasi tersebut," ujar Agus saat memberikan keterangan di Mapolda Bangka Belitung, Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Serahkan Temuan Sabu Bernilai Miliaran ke Polisi, 2 Nelayan Dapat Piagam

Hasil Uji Sampel Positif Narkoba Jenis Sabu

Guna memastikan kandungan isi paket tersebut, petugas telah melakukan uji awal menggunakan alat General Screening Drugs. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa serbuk kristal dalam bungkusan tersebut positif merupakan narkotika jenis sabu.

"Barang temuan tersebut saat ini sudah diamankan di Mapolres Belitung untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Berat totalnya mencapai 4,310 kilogram," tambah Agus.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami apakah rentetan temuan barang haram ini saling berkaitan satu sama lain atau berasal dari jaringan yang sama.

"Asal-usul barang ini masih terus kami selidiki," katanya.

Baca juga: Pengakuan Pemuda Aceh Selundupkan Sabu di Bandara: 4 Kali Berhasil di Silangit, 1 Kali di Minangkabau

Total 46 Kg Sabu Ditemukan Dalam Sebulan

Fenomena temuan sabu tak bertuan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Sebelum penemuan di Pulau Ulat Bulu ini, Polres Belitung telah mengamankan total 42 kilogram sabu dari dua lokasi berbeda:

- 11 Maret 2026: Nelayan menemukan paket sabu seberat 21 kilogram di sekitar Pelabuhan Nyato, Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik.

- 26 Maret 2026: Nelayan berinisial ABD kembali menemukan paket serupa dengan berat 21 kilogram di kawasan Pulau Ulat Bulu.

Dengan temuan terbaru seberat 4,3 kilogram ini, maka total narkotika yang berhasil diamankan dari "temuan warga" di perairan Belitung mencapai lebih dari 46 kilogram.

Baca juga: Dijanjikan Upah Rp 70 Juta, Kurir Ditangkap Bawa 50 Kg Sabu dan 20.000 Ekstasi dari Malaysia

Imbauan Kepada Masyarakat

Kombes Pol Agus Sugiyarso mengapresiasi keberanian warga yang melaporkan temuan mencurigakan tersebut. Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak ragu atau takut untuk berkoordinasi dengan aparat jika melihat benda atau aktivitas yang mencurigakan di pesisir pantai.

"Harapan kita masyarakat tetap proaktif. Ini adalah upaya kita bersama untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Bangka Belitung," katanya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Regional
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Nelayan Belitung Kembali Temukan Paket Sabu, 4,3 Kg Tak Bertuan, Terkubur di Pulau Ulat Bulu
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat