Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jembatan Sungai Widodaren Pati Nyaris Putus Akibat Longsor, Akses Warga Terancam Lumpuh

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:28 WIB
Muhamad Kafi,
Krisiandi

Tim Redaksi

PATI, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati pada Senin (30/3/2026) malam mengakibatkan talud atau sayap Jembatan Sungai Widodaren di Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati longsor.

Akibatnya, separuh badan jalan menuju jembatan amblas dan mengancam putusnya akses utama warga.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat hujan lebat disertai petir melanda kawasan tersebut.

Baca juga: Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Warga Mesidah Aceh Bertaruh Nyawa Gunakan Bambu

Derasnya aliran air sungai membuat fondasi sayap jembatan tidak mampu menahan tekanan, hingga akhirnya ambrol dengan ketinggian mencapai tiga meter.

Kepala Desa Lumbungmas, Sutik, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, kondisi talud jembatan memang sudah mengalami keretakan.

“Semalam hujan deras disertai petir. Saat maghrib, sayap jembatan ambrol setinggi tiga meter. Sebelumnya sudah retak-retak dan sempat ditambal, namun tidak kuat menahan derasnya debit air,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (31/3/2026).

Akibat longsor tersebut, akses jalan yang menjadi penghubung utama antar dukuh kini hanya bisa dilalui kendaraan kecil dan sepeda motor.

Sementara kendaraan berat seperti truk dilarang melintas demi menghindari risiko amblas susulan.

Baca juga: Jembatan Kaca Gunung Bromo Tak Kunjung Dibuka, Apa Alasannya?

Warga setempat pun mengambil langkah darurat dengan memasang penanda berupa pohon pisang di sekitar lokasi longsor untuk memperingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati.

Jalan tersebut diketahui merupakan satu-satunya akses menuju Dukuh Morotoko, Desa Watesaji.

Jika tidak melalui jalur ini, warga harus memutar jauh hingga ke wilayah Kabupaten Blora dengan jarak puluhan kilometer.

“Kalau tidak lewat sini harus memutar jauh, sehingga aktivitas warga sangat terganggu,” tambah Sutik.

Pemerintah desa telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pati.

Pihak terkait disebut telah melakukan survei lokasi pada Selasa pagi untuk menentukan langkah penanganan.

Baca juga: Jembatan Gunung Sari di Berau Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Khawatir Ambruk

Salah satu pengguna jalan, Singgih, berharap perbaikan segera dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah.

“Kami khawatir kalau tidak segera diperbaiki, longsor akan meluas dan bisa memutus total jembatan,” katanya.

Warga kini berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan cepat, mengingat kondisi jembatan yang semakin rentan jika kembali diguyur hujan deras.

Jika dibiarkan, akses transportasi warga terancam lumpuh total dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Jembatan Sungai Widodaren Pati Nyaris Putus Akibat Longsor, Akses Warga Terancam Lumpuh
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat