BANYUWANGI, KOMPAS.com — Sejumlah sopir truk memblokade jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap maraknya aksi menyerobot antrean atau ngeblong.
Aksi tersebut dilakukan di area tanjakan Pantai Watu Dodol, Kecamatan Kalipuro, Rabu (1/4/2026).
“Saya muat keramik, saya pangklang (blokir) saja di situ biar enggak ada yang ngeblong, sampai antrean depan melewati tanjakan itu,” kata Wahyu (32), salah satu sopir.
Ia mengaku terpaksa melakukan hal tersebut untuk menghindari risiko di tanjakan, mengingat kendaraan bermuatan berat sulit berhenti dan kembali berjalan.
Menurutnya, jika jalur dibiarkan kosong, kendaraan lain akan langsung menyerobot antrean.
Antrean Berjam-jam Picu Kekesalan
Sopir lain, Sutrisno (55), mengatakan aksi tersebut dipicu kekecewaan setelah berjam-jam mengantre tanpa kepastian.
Ia mengaku telah menempuh perjalanan dari Surabaya selama 12 jam, kemudian masih harus menunggu antrean hingga sekitar 9 jam.
“Kami terpaksa bertindak seperti ini supaya ada perhatian. Kalau tidak, yang tertib terus yang dirugikan,” ujarnya.
Para sopir menilai aksi ngeblong tidak hanya merugikan waktu dan biaya, tetapi juga memicu ketegangan di lapangan.
Adu mulut hingga hampir terjadi konflik fisik disebut kerap terjadi akibat kondisi tersebut.
Mereka juga menilai lemahnya pengawasan membuat pelanggaran terus berulang.
Para sopir mendesak petugas untuk memperketat pengaturan antrean dan menindak tegas kendaraan yang menyerobot jalur.
Aksi blokade ini dinilai sebagai sinyal perlunya penanganan serius terhadap persoalan ketertiban di jalur menuju pelabuhan.
Lonjakan Kendaraan Logistik
Kemacetan di Pelabuhan Ketapang dipicu lonjakan kendaraan logistik setelah berakhirnya pembatasan angkutan saat Lebaran.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan telah melakukan penyesuaian layanan melalui optimalisasi pola tiba-bongkar-berangkat (TBB), penambahan trip, serta pengaturan arus kendaraan melalui buffer zone.
Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan langkah tersebut dilakukan agar arus logistik tetap berjalan tanpa mengganggu pengguna jasa lain.
Saat ini, ASDP mengoperasikan 36 kapal, termasuk enam kapal tambahan untuk memperkuat layanan penyeberangan.
https://surabaya.kompas.com/read/2026/04/01/133910978/sopir-truk-blokade-jalur-ke-pelabuhan-ketapang-kesal-aksi-serobot-antrean