LUMAJANG, KOMPAS.com - Sampah dapur sering kali dianggap sebagai limbah tak berguna dan dibuang sembarangan hingga mencemari lingkungan.
Padahal, sampah dapur ini bisa diubah menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai lingkungan dan ekonomi yang tinggi.
Inovasi ini diajarkan oleh para mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang kepada warga Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.
Membuat kompos dari sampah organik, bagi para mahasiswa KKN, adalah solusi sederhana yang bisa diterapkan siapa saja di rumah untuk mengurangi tumpukan sampah.
Baca juga: Kisah Alya Zahra, Mahasiswa yang Gencar Sulap Sampah Organik Jadi Kompos
Selain mengurangi tumpukan sampah, cara ini sekaligus menciptakan pupuk alami yang menyuburkan tanah dan bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga.
"Awalnya kami melihat ada tumpukan sampah di mana-mana, termasuk TPA, yang jumlahnya sangat banyak. Kemudian, kita pikir sampah ini diapakan ya biar tidak numpuk dan ada manfaatnya. Setelah kita teliti, ternyata yang mudah adalah membuat pupuk kompos," kata Muchammad Fawaidul Imam, salah satu mahasiswa KKN ITB Widya Gama Lumajang, Senin (25/8/2025).
Proses pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah tangga ini cukup sederhana.
Bahan utamanya adalah sampah organik, seperti sisa sayuran dan buah, yang bisa didapatkan langsung dari dapur.
Pertama, cacah atau potong kecil sampah organik agar proses penguraian lebih cepat.
Kemudian, masukkan potongan sampah ke dalam wadah tertutup, seperti drum, botol plastik, atau galon bekas.
Setelah itu, siram tumpukan sampah tadi dengan air yang sudah dicampur dengan larutan aktivator yang akan membantu mempercepat kerja mikroorganisme pengurai.
Baca juga: Pasar Teluk Gong Sulap Limbah Jadi Kompos hingga Jual Kemasan Bekas
Larutan aktivator yang digunakan adalah tetes tebu yang bisa didapatkan di toko-toko terdekat.
Lalu, diamkan selama dua minggu.
Rumpukan sampah tadi akan berubah menjadi kompos matang yang siap pakai.
Kompos memberikan banyak manfaat, baik untuk lingkungan maupun secara pribadi.