Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berkat Segudang Prestasi, Siswa Asal Banjarmasin Raih Golden Ticket Unair

Kompas.com, 28 Maret 2026, 18:04 WIB
Diki Febrianto,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang siswa asal Banjarmasin mencetak sejarah dengan keberhasilannya diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur Golden Ticket 2026.

Siswa itu bernama Ahmad Deedat Assegaf, pelajar berbakat dari SMAN 5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang siap melangkah menjadi bagian dari keluarga besar Kesatria Airlangga.

Bagi Deedat, terpilih sebagai kandidat penerima Golden Ticket bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga sebuah catatan sejarah di sekolahnya.

Baca juga: Kebijakan WFH bagi ASN di Jatim, Guru Besar Unair: Harus Ubah Budaya Kerja

Ia menjadi pelajar pertama dari SMAN 5 Banjarmasin yang berhasil menembus seleksi bergengsi ini.

"Jujur, saya merasa sangat senang dan bangga ketika diumumkan menjadi kandidat penerima penghargaan ini, karena saya menjadi siswa pertama yang lolos di sekolah tersebut. Terlebih lagi lolos pada jurusan dan kampus yang diinginkan sejak lama, yakni Farmasi Unair,” tuturnya, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: TNI Siaga I, Akademisi Unair: Bukan Tanda Indonesia Ikut Perang

Keberhasilan ini bukan hasil yang instan. Deedat mulai menyusun langkah persiapan jauh sebelum mendaftar, yakni sejak ia duduk di bangku kelas 11.

Berbagai sumber informasi ia manfaatkan, mulai dari konten media sosial, pencarian daring, obrolan dengan senior, hingga bimbingan langsung dari para guru.

"Pada kelas 12, saya memantapkan diri mendaftar dan kini ditetapkan menjadi penerima Golden Ticket," imbuhnya.

Siswa berprestasi

Ketertarikan Deedat pada ilmu farmasi sudah berakar sejak lama. Pilihannya untuk mengincar Unair pun bukan tanpa alasan.

Reputasi kampus di bidang kesehatan dan ilmu sains, didukung ekosistem akademik yang solid serta fasilitas lengkap, menjadikannya tujuan yang paling tepat untuk cita-citanya.

Untuk memperkuat pendaftaran, ia melampirkan sejumlah bukti prestasi, di antaranya penghargaan sebagai Duta SMA Kalimantan Selatan 2025 dari Kemendikdasmen, medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kimia tingkat kota, serta sertifikat kepemimpinan sebagai Ketua Paduan Suara di sekolahnya.

Perjalanan Deedat tak selalu mulus. Ia mengakui bahwa menyeimbangkan antara tuntutan akademik dan kegiatan organisasi sempat menjadi ujian tersendiri.

Namun, dengan membuat jadwal yang terstruktur, membagi porsi waktu antara persiapan kompetisi, aktivitas organisasi, dan sesi belajar, ia berhasil melewati setiap tantangan dengan baik.

Meski sederet prestasi telah ia genggam, Deedat justru memandang ini sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia berkomitmen untuk tidak hanya menonjol secara akademik, tetapi juga menjadi mahasiswa yang memberikan kontribusi nyata.

"Saya berkomitmen mengembangkan potensi yang dimiliki agar menjadi mahasiswa berdampak untuk meningkatkan prestasi akademik Unair maupun bagi masyarakat," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
Surabaya
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Surabaya
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Surabaya
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Surabaya
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Surabaya
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
Surabaya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau