Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3.855 Pelajar Berebut Golden Ticket Unair, 68 Siswa Lolos dan Diajukan ke Panitia SNPMB

Kompas.com, 29 Maret 2026, 13:53 WIB
Diki Febrianto,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Universitas Airlangga (Unair) telah merilis daftar resmi nama-nama calon penerima golden ticket 2026 pada Jumat (27/3/2026).

Proses penjaringan bakat ini terbilang sangat kompetitif karena ribuan pelajar dari 1.690 sekolah yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia turut ambil bagian.

Rektor Unair, Muhammad Madyan, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap jalur penerimaan ini melonjak signifikan.

Total 3.855 siswa tercatat mendaftarkan diri dan berambisi untuk menyandang gelar Ksatria Airlangga.

Baca juga: 3.855 Orang Daftar Jalur Golden Ticket Masuk Unair 2026

Menurut Madyan, tingginya angka pendaftar merupakan cerminan nyata dari kepercayaan publik terhadap reputasi akademik Unair.

Guna menjaga transparansi dan keadilan dalam proses penilaian, pihak universitas menerapkan metode pemetaan berbasis kuadran yang mempertimbangkan dua dimensi utama.

“Kita sebut Akademik Excellent dan Prestasi Excellent, sehingga penilaian dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan adil,” ungkapnya di acara pengumuman yang diselenggarakan secara hybrid, Jumat.

Dia memaparkan bahwa dari ribuan pendaftar, seleksi tahap awal berhasil menyaring 207 siswa ke dalam Kuadran 1. Sementara 68 siswa lainnya masuk ke Kuadran 2.

Baca juga: Kebijakan WFH bagi ASN di Jatim, Guru Besar Unair: Harus Ubah Budaya Kerja

Melalui data tersebut, menurut Madyan, banyak talenta muda yang luar biasa dengan beragam kekuatan baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Oleh karena itu, proses seleksi selanjutnya menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa kandidat terbaik dapat teridentifikasi secara objektif dan komprehensif,” katanya.

Madyan merinci bahwa kuadran 1 adalah pendaftar golden ticket yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang sangat bagus.

Sementara itu, kuadran 2 merupakan pendaftar golden ticket yang memiliki prestasi akademik yang bagus dan non akademik sangat bagus.

Untuk kuadran 3, merupakan kandidat peserta golden ticket yang mempunyai prestasi akademik yang standar.

Baca juga: Cerita Bryant, Dapat Golden Ticket Unair Masuk Jurusan Kedokteran 2026

Terakhir, kuadran 4, merupakan kandidat peserta golden ticket yang memiliki prestasi akademik yang sangat baik, namun prestasi non akademik yang standar.

"Peserta yang masuk kuadran 2 inilah yang kami rekomendasikan untuk memeroleh golden ticket melalui jalur SNBP," ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR itu.

Setidaknya, para kandidat terpilih saat ini tengah diajukan kepada Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Jakarta untuk diproses lebih lanjut.

Dia pun mengimbau bagi siswa yang belum berkesempatan diterima di jalur ini, untuk tidak berputus asa.

Menurut Madyan, masih banyak jalur untuk masuk ke Unair, seperti jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan Mandiri dengan berbagai macam skema.

Baca juga: Berkat Segudang Prestasi, Siswa Asal Banjarmasin Raih Golden Ticket Unair

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Surabaya
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Surabaya
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Surabaya
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Surabaya
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
Surabaya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau