Sama-sama Buatan ByteDance, Ini Bedanya Helo dan TikTok

Kompas.com, 17 April 2021, 08:17 WIB
Conney Stephanie,
Oik Yusuf

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Jejaring sosial Helo resmi hadir di Indonesia. Helo merupakan platform digital dari ByteDance yang sebelumnya menghadirkan TikTok.

Meski sama-sama buatan ByteDanceHelo dan TikTok memiliki sejumlah perbedaan, misalnya saja jenis konten yang tidak melulu video.

Baca juga: Jejaring Sosial Helo Resmi Meluncur di Indonesia

Ada juga beberapa kesamaan antara Helo dan TikTok. Selengkapnya, simak ulasan singkat KompasTekno tentang perbandingan kedua aplikasi berikut ini.

Beda konten dan target pengguna

Halaman Helo Trends di aplikasi HeloKOMPAS.com/ConneyStephanie Halaman Helo Trends di aplikasi Helo

Country Head of Operations Helo Indonesia, Indira Melik mengatakan bahwa aplikasi Helo ditujukan bagi pengguna yang tidak hanya gemar melihat konten video, tapi juga ingin terus update dengan berita maupun informasi yang sedang ramai diperbincangkan.

"Kami (Helo) punya segmen sendiri karena di Helo ini pengguna yang suka liat konten-konten video juga bisa sembari baca berita di Helo Trends," kata Indira.

Di dalamnya, pengguna bisa menemukan dan membaca berita populer yang berasal dari portal media online, maupun yang diunggah oleh pengguna lain. Kumpulan berita yang dimunculkan juga akan terus diperbarui setiap 10 menit sekali.

Baca juga: Jejaring Sosial Helo Masuk Indonesia, Ini Fitur Unggulannya

"Fitur Helo Trends ini memungkinkan pengguna dapat mengakses berita atau tren terbaru yang ramai diperbincangkan warganet," ujar Indira.

Sedangkan, TikTok merupakan jejaring sosial yang hanya menyajikan konten berupa video pendek berdurasi 15 detik hingga tiga menit. Konten video yang ditampilkan juga merujuk pada algoritma yang disesuaikan dengan minat penggunanya.

Beda penampilan

Tampilan tab For You di aplikasi Helo dan TikTokKOMPAS.com/ConneyStephanie Tampilan tab For You di aplikasi Helo dan TikTok

Perbedaan berikutnya antara Helo dan TikTok adalah dari segi tampilan. Meski sama-sama memiliki empat tab, namun susunan tab dari kedua aplikasi ini berbeda.

Keemmpat tab di Helo  terdiri dari Home, Tren, Notifikasi, dan Profil. Sementara TikTok memiliki empat tab yang mencakup Home, Search, Inbox, dan Profil.

Saat pertama kali membuka aplikasi, Helo mengajak pengguna untuk melihat berbagai konten yang diunggah di tab khusus bernama For You. Sedangkan TikTok langsung memunculkan preview video di halaman For You Page (FYP).

Aplikasi Helo juga didominasi dengan warna terang (White), sementara TikTok dibalut dengan nuansa gelap (Black).

Sama-sama punya tab For You

Tampilan preview video di aplikasi Helo dan TikTokKOMPAS.com/ConneyStephanie Tampilan preview video di aplikasi Helo dan TikTok

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau