Penulis
KOMPAS.com - Di era serba digital, layanan mobile banking (m-banking) telah menjadi bagian penting dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Mulai dari transfer, pembayaran tagihan, hingga top up e-wallet, semuanya bisa dilakukan dengan cepat hanya melalui smartphone.
Kemudahan ini membuat banyak orang semakin bergantung pada m-banking untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi.
Namun, di balik kepraktisan tersebut, masih banyak pengguna yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat menggunakan m-banking di HP.
Kebiasaan yang dianggap sepele, seperti mengabaikan pengaturan keamanan atau sembarangan mengakses jaringan, justru bisa membuka celah bagi risiko kebocoran data hingga pembobolan rekening.
Lantas, kebiasaan apa saja yang sering dilakukan tanpa disadari dan berpotensi membahayakan keamanan m-banking? Berikut beberapa di antaranya yang perlu Anda waspadai.
Baca juga: Cara Mengaktifkan Kembali M-Banking BCA Terblokir Tanpa Harus ke Bank
Mengakses m-banking melalui WiFi gratis di kafe, bandara, atau hotel memang terasa praktis. Namun, jaringan publik sering kali tidak aman dan rentan terhadap serangan seperti man-in-the-middle, di mana data pengguna bisa disadap tanpa disadari.
Akibatnya, informasi penting seperti username, password, hingga kode OTP bisa dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Banyak pengguna sering menunda pembaruan (update) aplikasi atau sistem operasi karena dianggap mengganggu atau memakan waktu. Padahal, update biasanya membawa perbaikan keamanan untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan malware.
Pengguna yang menggunakan aplikasi atau sistem yang sudah usang justru meningkatkan risiko diretas karena celah keamanannya belum diperbaiki.
Masih banyak pengguna yang menggunakan PIN sederhana seperti “1234”, pola mudah ditebak, atau bahkan tidak mengunci ponsel sama sekali. Kebiasaan ini sering terjadi karena merasa aman saat di rumah atau ingin akses lebih cepat.
Padahal, jika ponsel hilang atau dicuri, pelaku bisa dengan mudah membuka aplikasi m-banking dan mengakses akun Anda.
Dalam situasi tertentu, seperti saat dibantu orang lain atau terburu-buru, pengguna sering kali tanpa sadar membagikan kode OTP, PIN, atau kode verifikasi.
Padahal, kode ini bersifat rahasia dan hanya untuk penggunaan pribadi. Jika diberikan ke orang lain, akun m-banking bisa langsung diambil alih dalam hitungan menit.
Banyak orang langsung mengklik tautan dari SMS atau email yang mengatasnamakan bank tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Kebiasaan ini sering terjadi karena terburu-buru atau panik.
Padahal, link tersebut bisa jadi adalah phishing yang dirancang untuk mencuri data login atau menginstal malware ke perangkat.
Menyimpan password di catatan HP, browser, atau file tanpa pengamanan memang memudahkan akses. Namun, kebiasaan ini sangat berisiko jika perangkat terkena malware atau diakses orang lain. Alih-alih aman, data login justru menjadi sangat mudah dicuri.
Baca juga: 4 Cara Top Up ShopeePay di Mobile Banking BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang