Apple Guyur Tim iPhone Bonus Besar, Cegah Talenta Andalan Hengkang

Kompas.com, 1 April 2026, 11:04 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Apple diketahui memberikan bonus besar kepada para engineer yang mengerjakan proyek iPhone. Langkah ini diambil sebagai upaya menahan talenta agar tidak direkrut oleh perusahaan lain.

Menurut laporan Bloomberg, Apple menyetujui pemberian bonus di luar siklus normal atau “out-of-cycle” untuk sejumlah anggota tim desain produk iPhone. Artinya, bonus ini hadir sebagai kejutan, di luar jadwal bonus rutin yang biasanya diterima karyawan.

Nilainya pun tidak kecil. Bonus tersebut disebut berada di kisaran 200.000 dollar AS hingga 400.000 dollar AS, atau sekitar Rp 3,3 miliar hingga Rp 6,7 miliar, jika dihitung untuk keseluruhan periode.

Namun, bonus ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai langsung. Apple memberikannya dalam bentuk saham yang akan “cair” secara bertahap dalam periode empat tahun.

Dengan skema ini, karyawan harus tetap bekerja di Apple selama empat tahun untuk mendapatkan seluruh nilai bonus tersebut. Jika keluar lebih cepat, maka sebagian bonus bisa hangus.

Baca juga: Apple Baru Uji Fitur Kamera yang Sudah Lama Ada di HP Android

Langkah ini disebut sebagai respons terhadap meningkatnya upaya perekrutan agresif dari perusahaan teknologi lain, terutama di bidang AI, seperti OpenAI dan Meta.

Dalam beberapa kasus, perusahaan pesaing bahkan menawarkan kompensasi yang jauh lebih besar. Disebutkan, ada engineer Apple yang ditawari paket hingga 1 juta dollar AS per tahun dalam bentuk saham untuk pindah kerja.

Fenomena ini memicu kekhawatiran soal keluarnya talenta penting dari perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California, AS ini ke perusahaan lain.

Salah satu contoh adalah kepergian Tang Tan, mantan VP desain produk Apple, yang kini menjabat sebagai kepala hardware di OpenAI. 

Selain itu, sejumlah engineer Apple juga dilaporkan telah direkrut oleh perusahaan lain dalam beberapa tahun terakhir. Abidur Chowdhury, misalnya. Desainer industri di balik iPhone Air itu dilaporkan hengkang untuk menjadi design lead di startup AI bernama Hawk AI.

Exodus karyawan Apple ke OpenAI dan Meta

Gelombang perpindahan karyawan Apple ke perusahaan AI semakin terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

Sepanjang 2025, puluhan insinyur dan desainer Apple dilaporkan meninggalkan perusahaan dan bergabung dengan OpenAI maupun Meta.

Baca juga: Apple Setop Jual Komputer Mac Pro, Tidak Ada Generasi Penerus

Fenomena ini turut disorot jurnalis Bloomberg, Mark Gurman. Dalam buletin Power On, ia menyebut bahwa OpenAI telah merekrut lebih dari 40 mantan karyawan Apple untuk memperkuat tim perangkat kerasnya.

Tak hanya ke OpenAI, sejumlah talenta Apple juga berlabuh ke Meta. Beberapa nama yang disebut antara lain:

  • Alan Dye, mantan VP Human Interface Design Apple
  • Bill Sorrentino, mantan Senior Director Apple Design Team
  • Ke Yang, mantan kepala divisi Answers, Knowledge, and Information (AKI) Apple
  • Jian Zhang, mantan peneliti utama AI Apple untuk robotika
  • Ruoming Pang, mantan kepala pengembangan model AI Apple
  • Frank Chu, mantan pimpinan divisi AI Apple untuk cloud, pelatihan, dan pencarian
  • Tom Gunter, mantan peneliti senior model AI Apple
  • Mark Lee, mantan peneliti model AI Apple
  • Bowen Zhang, mantan peneliti model AI Apple
  • Yun Zhu, mantan peneliti model AI Apple

Perpindahan ini menunjukkan ketatnya persaingan talenta di industri AI dan hardware.

Meski demikian, rotasi karyawan sebenarnya bukan hal baru di Silicon Valley. Banyak pihak menilai perpindahan antar perusahaan teknologi merupakan hal yang wajar.

Apple sendiri pernah melakukan langkah serupa pada 2021 dengan memberikan bonus sekitar 180.000 dollar AS untuk menahan karyawan, meski hasilnya tidak sepenuhnya efektif.

Di sisi lain, perusahaan pesaing tetap bisa menawarkan kompensasi lebih tinggi, sehingga bonus dari Apple belum tentu cukup untuk menahan semua talenta, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari 9to5Mac dan Apple Insider.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau