KOMPAS.com – Apple menghentikan penjualan komputer desktop kelas atas mereka, Mac Pro, pada pekan ini. Komputer ini punya desain ikonik yang kerap disebut mirip "parutan keju".
Disebut demikian karena Mac Pro memiliki sejumlah lubang yang disusun rapi di sisi depan dan belakangnya.
Pantauan KompasTekno di halaman Apple.com, Jumat (27/3/2026), produk Mac Pro yang dirilis pada 2019 ini memang sudah tak bisa ditemui di laman tersebut.
Kepada blog teknologi 9to5Mac, Apple mengonfirmasi hal ini dan memang benar Mac Pro sudah dihentikan produksi dan penjualannya (discontinue).
Pihak Apple juga mengatakan bahwa perusahaan tidak akan lagi membuat produk penerus Mac Pro di masa depan.
Baca juga: Apple Rilis MacBook Neo, Laptop Mac Murah dengan Chip A18 Pro
Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu lini produk paling ikonik di ekosistem Mac, sekaligus sinyal perubahan strategi Apple untuk segmen profesional.
Konsumen yang berencana meminang Mac Pro, bisa memilih alternatif lain, salah satunya adalah Mac Studio.
Perangkat ini dapat dikonfigurasi dengan chip Apple M3 Ultra, CPU hingga 32-core, GPU hingga 80-core, memori terpadu hingga 256 GB, serta penyimpanan SSD hingga 16 TB. Spesifikasi ini kurang lebih melampaui Mac Pro generasi terakhir.
Mac Pro M2 Ultra.Mac Pro sendiri punya perjalanan yang cukup panjang. Perangkat ini membawa desain “tower” bisa dibilang merupakan tampilan Mac paling unik. Perangkat ini diperkenalkan pada 2019, bersamaan dengan monitor profesional Pro Display XDR.
Saat itu, perangkat ini masih menggunakan prosesor Intel, dan produk Mac kini sudah menggunakan chip Apple sendiri. Sehingga, wajar saja apabila Mac Pro di-discontinue.
Apple kemudian memperbarui Mac Pro pada 2023 dengan chip Apple M2 Ultra. Namun setelah itu, tidak ada pembaruan lanjutan, dan harga perangkat tersebut tetap tinggi, yaitu di kisaran 6.999 dollar AS (sekitar Rp 118 jutaan).
Setelah produksi Mac Pro dihentikan, Apple kini hanya menjual tiga desktop Mac, yaitu:
Sementara untuk laptop, Apple memiliki:
Dengan susunan ini, Apple dinilai memiliki portofolio Mac yang lebih terarah dan lengkap, mencakup berbagai segmen harga dan kebutuhan.
Baca juga: Apple Mac Mini Jadi Mesin AI, Diakali agar Bisa Pakai GPU Nvidia
Adapun penghentian Mac Pro sebenarnya sudah diprediksi. Sebab, perangkat ini tak diperbarui sejak 2023 lalu dan secara spesifikasi dan desain, Mac Pro kalah saing dari "saudaranya" sendiri, yaitu Mac Studio yang lebih baru, ringkas, dan mudah dibawa-bawa.
Mac Pro yang mirip parutan keju memiliki dimensi tinggi hingga 52,9 cm, sedangkan Mac Studio hanya 9,5 cm, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari 9to5Mac.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang