Meta Tutup Facebook Workplace, Jejaring Sosial Khusus Perkantoran

Kompas.com, 15 Mei 2024, 12:05 WIB
Lely Maulida,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Meta, perusahaan induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram menutup salah satu layanannya yang disebut Workplace.

Workplace adalah platform komunikasi yang ditujukan untuk pengguna kantoran. Layanan ini mirip seperti yang ditawarkan Slack atau Microsoft Teams.

Penutupan Workplace telah dikonfirmasi oleh perwakilan Meta. Menurut Meta, penutupan Workplace dilakukan demi fokus mengembangkan AI dan teknologi metaverse.

"Kami menghentikan Workplace dari Meta sehingga kami dapat fokus pada pengembangan AI dan teknologi metaverse yang kami yakini akan mengubah cara kami bekerja," ujar perwakilan Meta kepada TechCrunch.

Baca juga: Meta Umumkan Fitur Baru AI untuk WhatsApp dkk, Diklaim Lebih Pintar

Juru bicara Meta, Ashley Zandy memaparkan bahwa Workplace masih akan tersedia sampai 31 Agustus 2025. Selanjutnya, Meta memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengamankan data yang ada di Workplace.

Per 1 September 2025 sampai 1 Juni 2026, platform ini hanya akan memungkinkan pengguna membaca dan mengekspor data.

Setelah itu, Workplace benar-benar ditutup dan semua data yang ada di platform-nya dihapus. Pengguna juga tidak bisa lagi mengakses platform alternatif Slack tersebut.

Seiring dengan pengumuman penutupan Workplace, Meta merekomendasikan pelanggan untuk beralih ke Workvivo, yaitu platform komunikasi yang diakuisisi Zoom pada tahun 2023.

Dirilis 2016

Adapun Workplace dipublikasikan Meta pada tahun 2016. Awalnya platform ini dipakai di internal Facebook, sekitar dua tahun sebelum dipublikasikan dengan nama Facebook @ Work. Desainnya dibuat seperti media sosial Facebook, tetapi lingkupnya lebih privat untuk pengguna kantoran.

Facebook @ Work, dibangun oleh tim yang berbasis di London di bawah kepemimpinan Lars Rasmussen. Rasmussen adalah salah satu pembuat Google Maps yang digaet Facebook untuk kepala teknik perusahaan.

Baca juga: Meta Umumkan Horizon OS, Sistem Operasi untuk Headset VR Merek Apa Pun

Saat debut ke publik dengan nama Workplace, layanan ini baru tersedia dalam versi beta. Guna mengembangkan Workplace lebih lanjut, Meta saat masih bernama Facebook, membangun berbagai integrasi dengan pihak ketiga demi menunjang produktivitas.

Namun ketika Slack populer, Workplace bisa dibilang kalah saing. Platform milik Meta ini bahkan sudah bekerja sama dengan Microsoft Teams untuk sejumlah fungsi demi meningkatkan daya saing, walaupun tetap kurang diminati.

Seiring waktu, pentolan Workplace hengkang, sampai layanan ini cukup terbengkalai hingga pandemi Covid. Setelah pandemi, pertumbuhan Workplace juga melambat hingga akhirnya induk Facebook kini menutup platform tersebut, dihimpun KompasTekno dari TechCrunch, Rabu (15/5/2024).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau