Trump Bikin US Tech Force, Rekrut Karyawan Meta, xAI, Oracle, dkk

Kompas.com, 16 Desember 2025, 07:10 WIB
Bill Clinten,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber NextGov

Rangkuman berita:

  • Pemerintahan Donald Trump meluncurkan US Tech Force guna menarik sekitar 1.000 talenta teknologi swasta ke lembaga negara selama dua tahun, dengan gaji hingga Rp 3,2 miliar per tahun.
  • Sekitar 20 perusahaan, termasuk Meta, Palantir, Oracle, dan xAI, mengizinkan karyawannya cuti sementara untuk bertugas sebagai pegawai negeri sebelum kembali ke perusahaan asal.
  • Program ini hadir setelah pemangkasan pegawai federal dan memicu sorotan soal potensi konflik kepentingan karena peserta tetap boleh memiliki saham perusahaan asal.

KOMPAS.com – Pemerintahan Donald Trump melalui Kantor Manajemen Personalia Amerika Serikat (Office of Personnel Management/OPM) pekan ini meluncurkan program baru bernama US Tech Force.

Direktur OPM Scott Kupor mengatakan, program tersebut dibentuk sebagai satuan tugas untuk mempercepat modernisasi pemerintahan sekaligus memperkuat posisi Amerika Serikat dalam persaingan global di bidang teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Secara garis besar, US Tech Force dirancang sebagai program penugasan sementara, di mana talenta teknologi dari sektor swasta direkrut untuk bekerja langsung di lembaga pemerintah federal selama periode tertentu, sebelum kembali ke perusahaan asalnya.

“Pemerintah membutuhkan talenta teknologi terbaik untuk mengerjakan proyek-proyek strategis berskala nasional,” ujar Kupor dalam pernyataan resminya.

Baca juga: Trump Melunak, Nvidia Boleh Jual Chip AI Canggih ke China Lagi

Karyawan-karyawan yang diajak atau direkrut ke dalam satgas US Tech Force ini bukanlah lulusan baru atau fresh graduate, melainkan beragam karyawan yang sudah bekerja di aneka perusahaan teknologi AS kenamaan. 

Sekitar 20 perusahaan teknologi AS telah menyatakan ikut berpartisipasi dalam US Tech Force. Beberapa di antaranya seperti Palantir, induk Facebook, WhatsApp, Instagram yaitu Meta, Oracle, perusahaan AI milik Elon Musk, xAI dan masih banyak lagi.

Program ini juga melibatkan NobleReach Foundation, organisasi nirlaba asal AS yang berfokus mendorong talenta sains dan teknologi untuk berkarier di layanan publik.

Nah, lewat US Tech Force, perusahaan teknologi yang berpartisipasi nantinya akan mengizinkan karyawan yang dipilih untuk mengambil cuti dan mengabdi pada negara sementara waktu.

Perusahaan-perusahaan ini juga wajib menyediakan pelatihan serta program pendampingan untuk para karyawan yang akan bergabung di US Tech Force.

Kupor mengatakan pemerintah AS menargetkan perekrutan awal sekitar 1.000 karyawan teknologi yang akan ditempatkan di berbagai lembaga negara selama masa tugas dua tahun, dengan pelaksanaan paling cepat dimulai pada Maret 2026.

Baca juga: Trump Bubarkan DOGE, Departemen yang Dimpimpin Elon Musk

Peserta US Tech Force akan direkrut sebagai pegawai di instansi tempat mereka bertugas, seperti Departemen Pertahanan, Departemen Tenaga Kerja, hingga Internal Revenue Service (IRS).

Mereka nantinya akan berstatus sebagai pegawai negeri dan pemerintah AS menetapkan kisaran gaji 150.000–200.000 dollar AS per tahun, setara sekitar Rp 2,4 - Rp 3,2 miliar. Besaran gaji tersebut berada di atas rata-rata gaji pegawai federal saat ini.

Fokus utama perekrutan adalah mereka yang menjabat sebagai software engineer, data scientist, dan talenta teknologi tahap awal di perusahaan asalnya.

Namun, pemerintah juga membuka ruang bagi manajer teknik dari perusahaan swasta yang mengikuti program dengan skema cuti sementara dari perusahaan asal.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau