Bukan Hard Disk, Ilmuwan China Kini Pakai DNA untuk Simpan Data

Kompas.com, Diperbarui 31/03/2026, 09:46 WIB
Bill Clinten,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Ringkasan berita:

  • Ilmuwan China mengembangkan “DNA Cassette Tape”, media penyimpanan berbasis DNA sintetis yang mampu menampung ratusan ribu TB data dan mengawetkannya hingga 20.000 tahun.
  • Data digital diubah menjadi urutan basa DNA lalu disimpan pada pita plastik, bisa dibaca dan dikelola seperti sistem file modern menggunakan perangkat mirip pemutar kaset.
  • Belum siap dipakai massal, karena biaya produksi mahal dan akses data lambat, tetapi dinilai menjanjikan sebagai solusi arsip jangka panjang di era ledakan data dan AI.

KOMPAS.com – Sekelompok ilmuwan asal China mengembangkan teknologi penyimpanan data (storage) baru yang diklaim mampu menyimpan miliaran lagu, puluhan miliar foto, hingga beragam berkas digital lain dalam satu perangkat berukuran ringkas.

Teknologi tersebut hadir dalam bentuk “DNA Cassette Tape”, yaitu pita plastik panjang yang dilapisi DNA sintetis yang bisa menyimpan data digital.

Selain bisa menyimpan banyak data, perangkat ini juga disebut dapat "mengawetkan" data hingga 20.000 tahun jika disimpan pada suhu beku (0 derajat Celcius).

Pengembangan teknologi DNA Cassette Tape ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada September 2025 lalu.

Baca juga: Trik Hapus Sistem Data yang Penuh di Storage iPhone

Dalam riset tersebut, para peneliti menunjukkan bahwa sekitar satu kilometer pita DNA dapat menyimpan hingga 362.000 terabyte (TB) data, setara dengan kurang lebih 60 miliar foto beresolusi tinggi atau data.

Ini jauh lebih besar dari penyimpanan laptop atau PC yang biasanya berkisar di 500 GB - 2 TB, atau smartphone di angka 128-512 GB. Lantas, bagaimana cara kerja DNA Cassette Tape ini?

Cara kerja pita DNA penyimpan data

DNA dikenal sebagai molekul heliks ganda yang tersusun dari empat basa kimia, yaitu adenina (A), sitosina (C), guanina (G), dan timina (T). Urutan keempat basa ini biasanya menyimpan informasi genetik makhluk hidup, termasuk manusia.

Di sini, para peneliti memanfaatkan prinsip serupa dengan menerjemahkan data digital berbasis angka biner (0 dan 1) ke dalam urutan basa DNA buatan.

DNA sintetis tersebut kemudian dicetak dan ditempelkan pada pita plastik sepanjang sekitar 100 meter, dan pita sepanjang ini disebut dapat menyimpan hingga sekitar 3 miliar lagu.

Baca juga: Mengenal Teknologi Storage UFS yang Dipakai di Ponsel Modern

Menariknya, pita DNA ini dapat dimasukkan ke dalam perangkat pembaca yang bentuk dan mekanismenya menyerupai pemutar kaset (cassette tape) lawas.

Pemutar kaset ini disebut mampu memindai pita, menemukan lokasi berkas atau file tertentu berdasarkan barcode, lalu mengekstraksi DNA file di bagian tersebut.

Setelah DNA file dilepaskan, urutan basanya akan dibaca melalui proses berurut (sequencing) dan diterjemahkan kembali menjadi data digital asli, seperti gambar, dokumen, atau berkas audio.

Tak hanya membaca, sistem ini juga memungkinkan pengeditan data, pemindahan berkas ke lokasi barcode yang benar, hingga penulisan ulang DNA baru yang bisa dilakukan secara otomatis.

Diklaim tahan ratusan hingga ribuan tahun

Keunggulan utama teknologi ini bukan hanya pada kapasitasnya yang sangat besar, tetapi juga daya tahannya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau