Ringkasan berita:
KOMPAS.com – Sekelompok ilmuwan asal China mengembangkan teknologi penyimpanan data (storage) baru yang diklaim mampu menyimpan miliaran lagu, puluhan miliar foto, hingga beragam berkas digital lain dalam satu perangkat berukuran ringkas.
Teknologi tersebut hadir dalam bentuk “DNA Cassette Tape”, yaitu pita plastik panjang yang dilapisi DNA sintetis yang bisa menyimpan data digital.
Selain bisa menyimpan banyak data, perangkat ini juga disebut dapat "mengawetkan" data hingga 20.000 tahun jika disimpan pada suhu beku (0 derajat Celcius).
Pengembangan teknologi DNA Cassette Tape ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada September 2025 lalu.
Baca juga: Trik Hapus Sistem Data yang Penuh di Storage iPhone
Dalam riset tersebut, para peneliti menunjukkan bahwa sekitar satu kilometer pita DNA dapat menyimpan hingga 362.000 terabyte (TB) data, setara dengan kurang lebih 60 miliar foto beresolusi tinggi atau data.
Ini jauh lebih besar dari penyimpanan laptop atau PC yang biasanya berkisar di 500 GB - 2 TB, atau smartphone di angka 128-512 GB. Lantas, bagaimana cara kerja DNA Cassette Tape ini?
DNA dikenal sebagai molekul heliks ganda yang tersusun dari empat basa kimia, yaitu adenina (A), sitosina (C), guanina (G), dan timina (T). Urutan keempat basa ini biasanya menyimpan informasi genetik makhluk hidup, termasuk manusia.
Di sini, para peneliti memanfaatkan prinsip serupa dengan menerjemahkan data digital berbasis angka biner (0 dan 1) ke dalam urutan basa DNA buatan.
DNA sintetis tersebut kemudian dicetak dan ditempelkan pada pita plastik sepanjang sekitar 100 meter, dan pita sepanjang ini disebut dapat menyimpan hingga sekitar 3 miliar lagu.
Baca juga: Mengenal Teknologi Storage UFS yang Dipakai di Ponsel Modern
Menariknya, pita DNA ini dapat dimasukkan ke dalam perangkat pembaca yang bentuk dan mekanismenya menyerupai pemutar kaset (cassette tape) lawas.
Pemutar kaset ini disebut mampu memindai pita, menemukan lokasi berkas atau file tertentu berdasarkan barcode, lalu mengekstraksi DNA file di bagian tersebut.
Setelah DNA file dilepaskan, urutan basanya akan dibaca melalui proses berurut (sequencing) dan diterjemahkan kembali menjadi data digital asli, seperti gambar, dokumen, atau berkas audio.
Tak hanya membaca, sistem ini juga memungkinkan pengeditan data, pemindahan berkas ke lokasi barcode yang benar, hingga penulisan ulang DNA baru yang bisa dilakukan secara otomatis.
Keunggulan utama teknologi ini bukan hanya pada kapasitasnya yang sangat besar, tetapi juga daya tahannya.