iPhone 18 Pro Max Terpaksa Pakai Layar Terbaik Samsung

Kompas.com, 31 Januari 2026, 11:01 WIB
Marsha Bremanda,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Rumor mengejutkan datang dari rantai pasokan industri layar smartphone.

Samsung Display dikabarkan tidak memprioritaskan teknologi panel terbaiknya untuk ponsel flagship mereka sendiri, Galaxy S series.

Divisi pembuat layar dari raksasa teknologi Korea Selatan tersebut justru mendahulukan produk mereka untuk Apple. 

Laporan terbaru dari China yang dikutip oleh GSMArena menyebutkan bahwa Samsung akan memasok panel OLED tercanggih mereka untuk lini iPhone 18 mendatang.

Panel ini diklaim jauh lebih terang dibandingkan generasi sebelumnya.

Keputusan Apple untuk "memborong" layar dari Samsung ini tak lepas dari masalah yang dialami pemasok lain, yakni BOE.

BOE (Beijing Oriental Electronics) adalah pabrikan layar raksasa asal China yang selama ini berusaha masuk ke rantai pasokan utama Apple untuk mengurangi ketergantungan pada Samsung.

Namun, laporan tersebut menyebut BOE sebagai "titik lemah" dalam rantai pasokan Apple saat ini, seperti dirangkum KompasTekno dari GSMArena.

Perusahaan tersebut dikabarkan kesulitan memenuhi standar ketat yang diminta Apple, terutama terkait tingkat kecerahan layar yang tinggi.

Selain itu, BOE disebut belum menguasai teknologi panel LTPO+ yang dibutuhkan untuk iPhone model "Pro".

Akibatnya, produksi panel kemungkinan besar akan dialihkan sepenuhnya ke Samsung dan LG, dua perusahaan yang dinilai memegang kunci teknologi tersebut.

Panel LTPO+ buatan Samsung ini menjadi komponen vital bagi iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

Selain menawarkan kecerahan superior, teknologi ini memungkinkan Apple untuk menyembunyikan sensor Face ID di balik layar.

Jika terwujud, ini bisa menjadi momen bersejarah di mana Apple akhirnya menghilangkan desain "poni" (notch) atau dynamic island yang selama ini memakan porsi layar.

Sejauh ini, hanya Samsung dan LG yang memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi panel canggih ini dalam skala besar.

Baca juga: Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Pindah Posisi, Lensa Bisa Membesar-mengecil

Nasib Samsung Galaxy S26

iPhone 18 diprediksi bakal mendapatkan pembaruan layar besar-besaran, nasib berbeda justru dialami lini Samsung Galaxy.

Ponsel Samsung Galaxy S26, rumornya masih akan menggunakan spesifikasi layar yang sama persis dengan pendahulunya.

Artinya, Samsung Electronics tampaknya harus "mengalah" dan membiarkan layar terbaik buatan saudara kandungnya, Samsung Display, jatuh ke tangan kompetitor utamanya, Apple.

Setidaknya untuk saat ini, pengguna Galaxy mungkin harus puas dengan teknologi layar yang ada, sementara inovasi terbaru justru dinikmati oleh pengguna iPhone.

Baca juga: Harga Samsung S25 Ultra di Indonesia Turun Jelang Perilisan Galaxy S26, Ini Detailnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau