KOMPAS.com – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI meluncurkan aplikasi mandiri (standalone) Codex untuk perangkat macOS, Senin (2/2/2026).
Aplikasi mandiri ini merupakan pengembangan dari fitur Codex, AI untuk coding yang pertama kali diperkenalkan pada April 2025 di ChatGPT.
Aplikasi Codex juga memungkinkan pengembang mengelola banyak agen AI sekaligus untuk mengerjakan tugas pemrograman secara paralel, mulai dari membangun aplikasi hingga pengembangan web.
Agen AI sendiri merujuk pada sistem AI yang dapat bekerja secara mandiri untuk menyelesaikan tugas tertentu tanpa perlu arahan manusia secara terus-menerus.
Baca juga: OpenAI Rilis Codex, Agen AI yang Bisa Bantu Coding
Dengan konsep tersebut, Codex diposisikan sebagai mitra kolaborasi untuk mempercepat pengembangan perangkat lunak yang biasanya memakan waktu lama.
Codex juga bisa menyederhanakan dan mempermudah kerja programmer, dari yang sebelumnya menulis kode secara manual menjadi pengawas dan koordinator yang mengarahkan agen AI.
Berbagai tahapan pengembangan, mulai dari perancangan, pengkodean, pengujian, peluncuran, hingga pemeliharaan aplikasi, kini dapat dijalankan agen AI secara otomatis.
"Model-model terbaru kini mampu menangani tugas kompleks end-to-end. Tantangannya bukan lagi apa yang bisa dilakukan agen, tetapi bagaimana manusia mengarahkan dan mengawasi mereka dalam skala besar," tulis OpenAI dalam blog resminya.
Aplikasi Codex untuk macOS dirancang sebagai pusat kendali (command center) bagi agen AI.
Setiap agen dapat berjalan di proses (thread) terpisah yang diorganisasi berdasarkan proyek, sehingga pengembang bisa berpindah tugas tanpa kehilangan konteks.
Pengguna dapat meninjau perubahan kode, memberi komentar, atau membuka hasil kerja agen langsung di editor untuk pengeditan manual.
Codex juga mendukung kerja pada repositori yang sama tanpa konflik, karena setiap agen menggunakan salinan kode terisolasi.
Selain itu, aplikasi ini juga dapat mengambil riwayat sesi dan konfigurasi dari kode maupun aplikasi yang sudah digunakan sebelumnya.
Tampilan aplikasi Codex menampilkan fitur Skills.Dari sisi fitur, Codex dibekali Skills dan Automations. Lewat Skills, pengguna dapat menjalankan alur kerja berulang seperti pengolahan data, penulisan dokumen, hingga workflow lintas aplikasi.
Sementara itu, fitur Automations memungkinkan Codex bekerja di latar belakang sesuai jadwal, misalnya untuk pengelolaan bug atau menyiapkan aplikasi untuk pengujian.