Bitcoin Rontok, Harga Menguap Rp 1 Miliar dalam Empat Bulan

Kompas.com, 6 Februari 2026, 14:04 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Harga mata uang kripto Bitcoin terus ambruk. Bahkan, telah menguap sekitar Rp 1 miliar hanya dalam empat bulan terakhir.

Dalam sesi perdagangan Kamis (5/2/2026) waktu Amerika Serikat, harga Bitcoin sempat menyentuh level 62.303 dollar AS atau sekitar Rp 1,05 miliar dengan kurs Rp 16.886.

Level ini menjadi posisi terendah sejak 6 November 2024, ketika Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran 68.898 dollar AS atau sekitar Rp 1,16 miliar per keping.

Pantauan KompasTekno pada Jumat (6/2/2026) pagi menunjukkan harga Bitcoin bergerak di kisaran 64.500 dollar AS atau setara Rp 1,08 miliar. Dalam sepekan terakhir, nilai aset kripto terbesar di dunia tersebut telah tergerus sekitar 23 persen.

Jika ditarik lebih jauh, Bitcoin sudah berada dalam tren penurunan selama lebih dari tiga bulan. Dari rekor tertinggi 126.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,12 miliar yang dicapai pada Oktober 2025, harga Bitcoin kini telah jatuh lebih dari 45 persen.

Baca juga: Harga Bitcoin Terjun Bebas ke 64.000 Dollar, Ini Penyebabnya

Artinya, harga Bitcoin telah menguap sekitar 62.000 dollar AS atau setara Rp 1,04 miliar hanya dalam kurun waktu empat bulan.

Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah aset kripto utama lainnya mencatat koreksi yang lebih dalam. Ether dilaporkan anjlok sekitar 34,5 persen dalam sepekan terakhir dan berada di jalur penurunan mingguan terburuk sejak November 2022.

XRP juga melemah dengan penurunan sekitar 32 persen dalam sepekan. Sementara itu, Solana turun ke level sekitar 77,77 dollar AS atau setara Rp 1,3 juta, yang menjadi titik terendah dalam setahun terakhir.

Masih akan berlanjut

Sejumlah analis memperingatkan bahwa tekanan terhadap harga Bitcoin belum berakhir. Tren pergerakan Bitcoin dinilai masih berada dalam fase bearish dan berpotensi turun ke level 50.000-an dollar AS dalam waktu dekat.

Analis pasar Eric Crown menilai penurunan harga Bitcoin belum selesai. Ia memperkirakan Bitcoin masih bisa melemah ke kisaran 55.000–60.000 dollar AS sebelum menemukan titik stabil.

Menurut dia, pelemahan ini masih tergolong wajar jika dilihat dari siklus besar Bitcoin yang kerap diwarnai lonjakan harga ekstrem, diikuti koreksi tajam.

Pandangan serupa disampaikan Head of Research Galaxy Digital, Alex Thorn.

Ia menyebut, data historis menunjukkan bahwa ketika Bitcoin sudah turun lebih dari 40 persen dari puncak harga, koreksi sering kali berlanjut hingga mendekati 50 persen. Dari rekor 126.000 dollar AS, penurunan 50 persen akan membawa harga Bitcoin ke kisaran 58.000 dollar AS.

Di tengah tekanan tersebut, kepercayaan investor terhadap kripto juga dinilai memudar. Analis Deutsche Bank, Marion Laboure, menilai aksi jual yang terjadi mencerminkan menyusutnya minat investor tradisional terhadap aset kripto.

Kinerja Bitcoin pun tertinggal jauh dibanding emas. Dalam setahun terakhir, harga Bitcoin tercatat turun hampir 30 persen, sementara emas justru melonjak sekitar 68 persen pada periode yang sama.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau