KOMPAS.com - Xiaomi memakai robot humanoid alis robot yang dibuat mirip manusia, di pabrik yang memproduksi kendaraan listriknya. Hal ini disampaikan langsung oleh presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam sebuah wawancara di sela pameran teknologi Mobile World Congress (MWC) yang digelar di Barcelona.
Perusahaan asal China ini mengerahkan dua robot humanoid di pabriknya. Mereka berperan menyelesaikan tugas, seperti memasang mur atau memindahkan sesuatu.
Tugas tersebut diklaim bisa dikerjakan sampai selesai dengan persentase 90 persen, hanya dalam waktu tiga jam.
"Untuk mengintegrasikan robot ke dalam lini produksi kami, tantangan terbesarnya adalah agar mereka dapat mengikuti kecepatan kerja," kata Lu Weibing kepada CNBC.
"Di pabrik mobil Xiaomi, setiap 76 detik, satu mobil baru keluar dari jalur perakitan. Kedua robot humanoid itu mampu mengikuti kecepatan kerja kami," lanjut bos Xiaomi itu.
Baca juga: Robot Humanoid China Naik Level, Kini Bisa Menari, Kungfu, dan Salto dengan Luwes
Bagi Xiaomi, penggunaan robot tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Apalagi, robot humanoid dinilai mampu menggantikan peran manusia untuk perkerjaan tertentu, dan dapat "menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan manusia."
Kendati demikian, penggunaan robot ini masih dalam tahap uji coba awal.
"Robot di lini produksi kami tidak melakukan pekerjaan resmi, lebih seperti para pekerja magang saja," ujar Weibing.
Terlepas dari klaim tersebut, upaya ini menyoroti kecepatan perusahaan-perusahaan China dalam berinvestasi dan meningkatkan kemampuannya dalam bidang robotik. Terlebih, ada banyak perusahaan China yang mengembangkan teknologi tersebut, dan beberapa di antaranya baru melakukan penawaran umum perdana (IPO), seperti Deep Robotics.
Analis di RBC Capital Market juga memperkirakan bahwa pasar robot humanoid secara global mencapai 9 triliun dollar AS pada tahun 2050, dan 60 persen di antaranya berasal dari China.
Adapun Weibing menilai bahwa masih terlalu dini untuk memproyeksikan pasar robot humanoid, walaupun dia optimistis akan bisnis tersebut.
Xiaomi sendiri baru memperkenalkan robot humanoidnya bernama CyberOne pada tahun 2022. Namun robot ini belum dijual secara komersil, dihimpun KompasTekno dari CNBC, Jumat (6/3/2026).
Robot yang dibuat menyerupai manusia (humanoid) buatan China naik level. Jika sebelumnya robot-robot ini viral karena ikut marathon atau mampu berenang, kini kemampuannya jauh lebih impresif.
Robot humanoid buatan China sekarang bisa menari pedang, melakukan gerakan kungfu, hingga salto dengan luwes.
Aksi tersebut ditampilkan dalam acara tahunan CCTV Spring Festival Gala, program televisi paling banyak ditonton di China saat perayaan Tahun Baru Imlek.