Robot Humanoid Mulai Kerja di Pabrik Xiaomi

Kompas.com, Diperbarui 09/03/2026, 07:40 WIB
Lely Maulida,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber CNBC

KOMPAS.com - Xiaomi memakai robot humanoid alis robot yang dibuat mirip manusia, di pabrik yang memproduksi kendaraan listriknya. Hal ini disampaikan langsung oleh presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam sebuah wawancara di sela pameran teknologi Mobile World Congress (MWC) yang digelar di Barcelona.

Perusahaan asal China ini mengerahkan dua robot humanoid di pabriknya. Mereka berperan menyelesaikan tugas, seperti memasang mur atau memindahkan sesuatu.

Tugas tersebut diklaim bisa dikerjakan sampai selesai dengan persentase 90 persen, hanya dalam waktu tiga jam.

"Untuk mengintegrasikan robot ke dalam lini produksi kami, tantangan terbesarnya adalah agar mereka dapat mengikuti kecepatan kerja," kata Lu Weibing kepada CNBC.

"Di pabrik mobil Xiaomi, setiap 76 detik, satu mobil baru keluar dari jalur perakitan. Kedua robot humanoid itu mampu mengikuti kecepatan kerja kami," lanjut bos Xiaomi itu.

Baca juga: Robot Humanoid China Naik Level, Kini Bisa Menari, Kungfu, dan Salto dengan Luwes

Bagi Xiaomi, penggunaan robot tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Apalagi, robot humanoid dinilai mampu menggantikan peran manusia untuk perkerjaan tertentu, dan dapat "menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan manusia."

Kendati demikian, penggunaan robot ini masih dalam tahap uji coba awal.

"Robot di lini produksi kami tidak melakukan pekerjaan resmi, lebih seperti para pekerja magang saja," ujar Weibing.

Terlepas dari klaim tersebut, upaya ini menyoroti kecepatan perusahaan-perusahaan China dalam berinvestasi dan meningkatkan kemampuannya dalam bidang robotik. Terlebih, ada banyak perusahaan China yang mengembangkan teknologi tersebut, dan beberapa di antaranya baru melakukan penawaran umum perdana (IPO), seperti Deep Robotics.

Analis di RBC Capital Market juga memperkirakan bahwa pasar robot humanoid secara global mencapai 9 triliun dollar AS pada tahun 2050, dan 60 persen di antaranya berasal dari China.

Adapun Weibing menilai bahwa masih terlalu dini untuk memproyeksikan pasar robot humanoid, walaupun dia optimistis akan bisnis tersebut.

Xiaomi sendiri baru memperkenalkan robot humanoidnya bernama CyberOne pada tahun 2022. Namun robot ini belum dijual secara komersil, dihimpun KompasTekno dari CNBC, Jumat (6/3/2026).

Canggihnya robot humanoid China 

Robot yang dibuat menyerupai manusia (humanoid) buatan China naik level. Jika sebelumnya robot-robot ini viral karena ikut marathon atau mampu berenang, kini kemampuannya jauh lebih impresif.

Robot humanoid buatan China sekarang bisa menari pedang, melakukan gerakan kungfu, hingga salto dengan luwes.

Aksi tersebut ditampilkan dalam acara tahunan CCTV Spring Festival Gala, program televisi paling banyak ditonton di China saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau