Trump Blokir AI Anthropic, Microsoft Langsung Pasang Badan

Kompas.com, Diperbarui 12/03/2026, 05:28 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Konflik antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic semakin memanas.

Setelah Presiden AS, Donald Trump memerintahkan lembaga federal menghentikan penggunaan teknologi Anthropic, raksasa teknologi Microsoft kini turun tangan membela pencipta AI Claude tersebut di pengadilan.

Microsoft mengajukan dokumen hukum berupa amicus brief untuk mendukung gugatan Anthropic terhadap pemerintahan Trump.

Dalam dokumen tersebut, Microsoft meminta pengadilan menunda keputusan Pentagon yang menetapkan pembuat chatbot AI Claude itu sebagai “risiko rantai pasok” (supply chain risk).

Baca juga: Anthropic Tolak Buka Akses AI ke Pentagon, Trump Geram

Amicus brief sendiri berasal dari istilah Latin amicus curiae yang berarti “sahabat pengadilan”. Dalam praktik hukum, dokumen ini diajukan oleh pihak ketiga yang bukan bagian dari sengketa, tetapi memiliki kepentingan terhadap kasus tersebut.

Melalui amicus brief, pihak ketiga dapat memberikan pandangan atau informasi kepada hakim untuk membantu pengadilan memahami dampak lebih luas dari suatu perkara. Meski begitu, pihak yang mengajukan dokumen ini tidak menjadi pihak yang berperkara secara langsung.

Microsoft sendiri ikut turun tangan karena diketahui memiliki kepentingan langsung terhadap nasib Anthropic.

Kedua perusahaan baru saja memperluas kerja sama teknologi, termasuk rencana integrasi model AI Claude ke dalam platform Microsoft 365 Copilot.

Kemitraan tersebut juga mencakup investasi besar dari pembuat OS Windows itu ke Anthropic yang nilainya dilaporkan mencapai miliaran dollar AS.

Microsoft ikut turun tangan karena diketahui memiliki kepentingan langsung terhadap nasib Anthropic. Kedua perusahaan baru saja memperluas kerja sama teknologi, termasuk rencana integrasi model AI Claude ke dalam platform Microsoft 365 Copilot.
Ist Microsoft ikut turun tangan karena diketahui memiliki kepentingan langsung terhadap nasib Anthropic. Kedua perusahaan baru saja memperluas kerja sama teknologi, termasuk rencana integrasi model AI Claude ke dalam platform Microsoft 365 Copilot.

Dalam kasus ini, Microsoft menilai keputusan Pentagon terhadap Anthropic berpotensi menimbulkan dampak luas bagi industri teknologi.

Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan federal California, Microsoft memperingatkan bahwa penerapan kebijakan tersebut secara langsung dapat menimbulkan konsekuensi negatif bagi sektor teknologi secara keseluruhan.

Baca juga: Saat Tentara AS Minta Tolong AI Claude Anthropic buat Serang Iran…

“Ini bukan saat yang tepat untuk mempertaruhkan ekosistem AI yang selama ini justru didorong oleh pemerintah,” tulis pengacara Microsoft dalam dokumen tersebut.

Microsoft juga menilai implementasi keputusan tersebut secara mendadak dapat mengganggu proyek teknologi yang saat ini sudah berjalan, termasuk kerja sama dengan kontraktor pemerintah yang menggunakan teknologi Anthropic.

Perusahaan tersebut memperingatkan bahwa perubahan mendadak terhadap konfigurasi produk dan kontrak dapat menghambat penggunaan AI canggih dalam berbagai operasi pemerintah, termasuk di sektor pertahanan.

Juru bicara Microsoft mengatakan semua pihak sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan teknologi AI digunakan secara bertanggung jawab.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau