Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Guru Rahayu, Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus dengan Segala Keterbatasan

Kompas.com, 26 November 2024, 17:00 WIB
Sania Mashabi,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bekerja sebagai guru adalah pekerjaan yang tidak mudah untuk dijalani dan penuh dengan tantangan yang harus dihadapi. Inilah yang dihadapi oleh Rahayu Sulistyani saat mengajar di sekolah inklusi di SD Bosowa Bina Insani, Bogor.

Sekolah inklusi adalah sekolah yang menerima semua peserta didik termasuk peserta didik berkebutuhan khusus yang akan didik bersama dalam satu kelas.

Rahayu bercerita bahwa awalnya SD Bina Insani adalah sekolah umum, namun pada tahun 2019, diubah menjadi sekolah inklusi.

Baca juga: Beasiswa S1-S2 di 5 Negara Paling Bahagia di Dunia, Beri Tunjangan Besar

Perubahan itu, membuat semua guru di SD Bina Insani, termasuk Rahayu harus kembali beradaptasi dan mencari metode pembelajaran yang pas untuk bisa membuat anak kebutuhan khusus yang masuk bisa memiliki perkembangan optimal.

"Tantangan selama mengajar ini yang saya rasakan diantaranya adalah ketika kita memiliki murid yang spesial," kata Rahayu saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (25/11/2024).

Rahayu mengatakan, saat mengajar anak kebutuhan khusus ia benar-benar harus bisa memahami hambatan yang membuat anak tersebut kesulitan dalam belajar.

Kemudian saat sudah mengetahui hambatannya, perempuan yang akrab disapa Ayu ini bisa membantu proses belajar siswa tersebut.

"Jadi salah satunya disitu yang benar-benar saya belajar banget tentang bagaimana untuk membantu siswa-siswa kita yang memiliki hambatan dalam belajar," ujarnya.

Agar bisa mengajar siswa kebutuhan khusus, Ayu mengikuti berbagai pelatihan yang diadakan oleh pihak sekolah dan seminar di luar sekolah terkait pendidikan anak inklusi.

Baca juga: Kisah Guru Nofri, Rela Tempuh 40 Jam Perjalanan demi Berbagi Ilmu

Ayu juga mendapat banyak pelajaran mengenai cara menangani anak kebutuhan khusus saat menempuh pendidikan S2 di University of The People, Amerika Serikat.

"Di program magister saya juga ternyata itu banyak matahulia yang berhubungan dengan inklusi gitu. Makanya wah Masya Allah ternyata ini nyambung sekali nih mata kuliah ini dengan keadaan di lapangan. Jadi banyak belajar dari situ sih," tuturnya.

Meski sudah ikut pelajaran mengajar anak kebutuhan khusus, Ayu tetap merasakan banyak tantangan ketika mendidik siswa anak kebutuhan khusus.

Mulai dari berupaya membuat anak menjadi lebih fokus saat belajar atau bahkan pendidik dan memberikan pengertian pada anak lain bahwa ada siswa berkebutuhan khusus yang harus dijaga dan dibantu.

Hal itu, kata Ayu, dilakukan untuk membuat anak kebutuhan khusus bisa berkembang dengan baik serta mencegah terjadinya perundungan atau bullying.

"Kadang kita memang perhatian kita jadinya memang jadi ke anak ini (ana kebutuhan khusus)," ungkapnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau