Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beda Prodi Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris, Ini Prospek Kariernya

Kompas.com, 23 Maret 2026, 13:11 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perkembangan dunia membuat bahasa Inggris kini menjadi suatu kemampuan yang perlu dikuasai untuk dapat bersaing secara global.

Apabila menyukai bahasa Inggris, bisa juga mempertimbangkannya sebagai jurusan untuk melanjutkan pendidikan.

Di perguruan tinggi Indonesia terdapat program studi yang berkaitan bahasa Inggris.

Sastra Inggris mungkin lebih familiar, tetapi ada pula Pendidikan Bahasa Inggris. Mungkin perbedaannya belum banyak diketahui secara mendalam.

Salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang memiliki kedua prodi ini ialah Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Baca juga: Daya Tampung FK Unnes 2026 Hanya 50 Kursi, Beri Tips Lolos SNBT dan Jalur Mandiri 2026

Dikutip dari situs resmi kampus di Provinsi Jawa Tengah, Senin (23/3/2026) fokus pembelajaran dan peluang karier dari lulusan dua prodi ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Calon mahasiswa bisa meneliti lagi perbedaan dari dua prodi tersebut.

Fokus utama pembelajaran

Perbedaan mendasar dari kedua prodi tersebut adalah hasil (output) atau tujuan akhir dari apa yang dipelajari mahasiswa.

1. Pendidikan Bahasa Inggris: mempelajari tentang bagaimana mengajarkan bahasa Inggris kepada orang lain.

Selain mahir berbahasa, ketika mengajarkan bahasa tersebut, seseorang juga harus memahami psikologi peserta didiknya. Kemudian juga metode pengajaran yang efektif dan manajemen kelas.

2. Sastra Inggris: saat belajar bakal lebih sering melakukan kegiatan menganalisis bahasa itu sendiri sebagai sebuah ilmu, karya, dan budaya.

Mahasiswa akan menyelami seluk-beluk linguistik (struktur bahasa) dan membedah karya sastra seperti puisi, prosa, hingga drama berbahasa Inggris.

Baca juga: Biaya UKT Terendah dan Tertinggi di Unnes 2026 Setiap Fakultas

Ilustrasi mahasiswa. Freepik/drobotdean Ilustrasi mahasiswa.

Mata kuliah yang dipelajari

1. Pendidikan Bahasa Inggris: kemampuan dasar bahasa Inggris (listening, reading, writing, speaking) sudah pasti menjadi maata kuliah. Lalu mahasiswa akan mendapat banyak mata kuliah terkait kependidikan.

Misalnya Microteaching (praktik mengajar), Teaching English as a Foreign Language (TEFL), Desain Kurikulum, dan Evaluasi Pembelajaran.

2. Sastra Inggris: mata kuliah yang dipelajari lebih bersifat analitis dan teoritis. Mata kuliah murni seperti Phonology (sistem bunyi), Syntax (struktur kalimat), Translation (penerjemahan), Literary Criticism (kritik sastra), hingga Sejarah Kebudayaan Populer Amerika/Inggris akan ditemui mahasiswa.

Gelar dan prospek karier keduanya

1. Pendidikan Bahasa Inggris: gelar yang diraih adalah Sarjana Pendidikan (S.Pd). Lulusannya berpeluang utama untuk menjadi guru (PNS/PPPK/Swasta Internasional), dosen, pengembang kurikulum (instructional designer), atau mendirikan lembaga kursus bahasa Inggris sendiri (edupreneur).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau