Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahasiswa Teknik Perkapalan UI Juara 1 Desain Kapal Feri di New York

Kompas.com, 31 Maret 2026, 12:02 WIB
Dian Sophya Jelank Ramadaniy,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Tim Nagapasa dari Universitas Indonesia (UI) sukses mengharumkan nama bangsa di kancah global.

Mereka berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) Design Competition 2026, sebuah kompetisi desain kapal feri internasional bergengsi yang diikuti mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Pengumuman kemenangan diinformasikan pada 11 Februari 2026. Atas prestasi ini, tim dijadwalkan menghadiri konferensi penganugerahan pada 5–6 Mei 2026 di New York City, Amerika Serikat.

Baca juga: UI Tembus Top 100 Dunia Jurusan Hukum Terbaik QS WUR by Subject 2026

Desain untuk Sungai di Nigeria

Kompetisi tahun ke-13 ini diikuti oleh 10 tim dari berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Portugal, hingga Nigeria.

Pada periode 2025–2026, peserta ditantang merancang kapal feri jenis Ro-Pax yang aman dan terjangkau untuk jalur Sungai Niger di Nigeria.

Kondisi geografis Sungai Niger menjadi tantangan utama karena memiliki perairan yang dangkal, risiko banjir saat musim hujan, serta terbatasnya fasilitas galangan kapal lokal.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Nagapasa UI menghadirkan desain konsep MV SAFARIND. Kapal ini merupakan feri berkonfigurasi katamaran berkecepatan tinggi dengan panjang 35,85 meter yang melayani rute Lokoja–Onitsha sejauh 200 kilometer.

MV SAFARIND dirancang dengan lambung heksagonal pelat datar untuk stabilitas optimal. Dengan draft (bagian kapal di bawah air) hanya 0,8 meter, kapal ini tetap lincah beroperasi meski kedalaman air hanya 0,89 meter.

Baca juga: Sosok Daud Joseph, Dirut Pos Indonesia yang Lulusan SMA Tarnus dan UI

Pemeringkatan UniRanks 2026 menempatkan sejumlah universitas terbaik di Indonesia berdasarkan kualitas pendidikan, kesiapan kerja lulusan, hingga dampak digital kampus. Daftar ini didominasi perguruan tinggi negeri dan menjadi salah satu referensi calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan universitas. UI menduduki peringkat pertama dalam daftar kampus terbaik di Indonesia versi UniRanks 2026.Shutterstock/Nuzul Azwir Pemeringkatan UniRanks 2026 menempatkan sejumlah universitas terbaik di Indonesia berdasarkan kualitas pendidikan, kesiapan kerja lulusan, hingga dampak digital kampus. Daftar ini didominasi perguruan tinggi negeri dan menjadi salah satu referensi calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan universitas. UI menduduki peringkat pertama dalam daftar kampus terbaik di Indonesia versi UniRanks 2026.

Mewakili tim Nagapasa, Felicia Rachel Taruli Siregar menjelaskan keunggulan teknis kapal mereka.

“Dari sisi performa, optimasi hidrodinamika kami berhasil mereduksi hambatan kapal hingga 6,8 persen pada kecepatan 27 knot. Penerapan sistem energi hibrida melalui panel surya dan baterai juga mampu menekan konsumsi bahan bakar sekitar 6 persen serta mengurangi emisi karbon hingga sekitar 138 ton CO₂ per tahun,” ujar Felicia mengutip laman FT UI, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan bahwa dari sisi ekonomi, kapal ini sangat layak karena menggunakan konstruksi modular yang mudah dirawat, dengan estimasi pengembalian modal (payback period) antara 2,5 hingga 6,5 tahun.

Keamanan melampaui standar internasional

Aspek keselamatan menjadi poin krusial kemenangan UI. MV SAFARIND mencatat indeks keselamatan stabilitas kerusakan sebesar A = 0,846, melampaui persyaratan internasional sebesar R = 0,703. Selain itu, waktu evakuasi kapal dirancang sangat cepat, yakni kurang dari 42 menit.

Dosen pembimbing tim yang terdiri dari 10 mahasiswa FT UI itu, Gerry Liston Putra menekankan bahwa desain ini tidak hanya soal kecanggihan teknis.

“Tim berupaya merancang kapal yang tidak hanya aman dan efisien, tetapi juga realistis untuk dibangun dan dioperasikan di Nigeria, dengan mempertimbangkan kondisi perairan, kemampuan galangan kapal, hingga aspek ekonomi masyarakat pengguna,” ungkap Gerry.

Baca juga: 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2026, UI Nomor 1

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan memberikan apresiasi tinggi atas capaian membanggakan ini. Menurutnya, inovasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UI mampu memberikan solusi rekayasa yang berdampak global.

“Prestasi yang diraih Tim Nagapasa UI menunjukkan kapasitas mahasiswa FTUI dalam menghadirkan solusi rekayasa yang berdampak global. Inovasi mereka tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga responsif terhadap tantangan keselamatan dan keberlanjutan transportasi perairan di negara berkembang,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau