KOMPAS.com – Tim Nagapasa dari Universitas Indonesia (UI) sukses mengharumkan nama bangsa di kancah global.
Mereka berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) Design Competition 2026, sebuah kompetisi desain kapal feri internasional bergengsi yang diikuti mahasiswa dari berbagai belahan dunia.
Pengumuman kemenangan diinformasikan pada 11 Februari 2026. Atas prestasi ini, tim dijadwalkan menghadiri konferensi penganugerahan pada 5–6 Mei 2026 di New York City, Amerika Serikat.
Baca juga: UI Tembus Top 100 Dunia Jurusan Hukum Terbaik QS WUR by Subject 2026
Kompetisi tahun ke-13 ini diikuti oleh 10 tim dari berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Portugal, hingga Nigeria.
Pada periode 2025–2026, peserta ditantang merancang kapal feri jenis Ro-Pax yang aman dan terjangkau untuk jalur Sungai Niger di Nigeria.
Kondisi geografis Sungai Niger menjadi tantangan utama karena memiliki perairan yang dangkal, risiko banjir saat musim hujan, serta terbatasnya fasilitas galangan kapal lokal.
Menjawab tantangan tersebut, Tim Nagapasa UI menghadirkan desain konsep MV SAFARIND. Kapal ini merupakan feri berkonfigurasi katamaran berkecepatan tinggi dengan panjang 35,85 meter yang melayani rute Lokoja–Onitsha sejauh 200 kilometer.
MV SAFARIND dirancang dengan lambung heksagonal pelat datar untuk stabilitas optimal. Dengan draft (bagian kapal di bawah air) hanya 0,8 meter, kapal ini tetap lincah beroperasi meski kedalaman air hanya 0,89 meter.
Baca juga: Sosok Daud Joseph, Dirut Pos Indonesia yang Lulusan SMA Tarnus dan UI
Pemeringkatan UniRanks 2026 menempatkan sejumlah universitas terbaik di Indonesia berdasarkan kualitas pendidikan, kesiapan kerja lulusan, hingga dampak digital kampus. Daftar ini didominasi perguruan tinggi negeri dan menjadi salah satu referensi calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan universitas. UI menduduki peringkat pertama dalam daftar kampus terbaik di Indonesia versi UniRanks 2026.Mewakili tim Nagapasa, Felicia Rachel Taruli Siregar menjelaskan keunggulan teknis kapal mereka.
“Dari sisi performa, optimasi hidrodinamika kami berhasil mereduksi hambatan kapal hingga 6,8 persen pada kecepatan 27 knot. Penerapan sistem energi hibrida melalui panel surya dan baterai juga mampu menekan konsumsi bahan bakar sekitar 6 persen serta mengurangi emisi karbon hingga sekitar 138 ton CO₂ per tahun,” ujar Felicia mengutip laman FT UI, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan bahwa dari sisi ekonomi, kapal ini sangat layak karena menggunakan konstruksi modular yang mudah dirawat, dengan estimasi pengembalian modal (payback period) antara 2,5 hingga 6,5 tahun.
Aspek keselamatan menjadi poin krusial kemenangan UI. MV SAFARIND mencatat indeks keselamatan stabilitas kerusakan sebesar A = 0,846, melampaui persyaratan internasional sebesar R = 0,703. Selain itu, waktu evakuasi kapal dirancang sangat cepat, yakni kurang dari 42 menit.
Dosen pembimbing tim yang terdiri dari 10 mahasiswa FT UI itu, Gerry Liston Putra menekankan bahwa desain ini tidak hanya soal kecanggihan teknis.
“Tim berupaya merancang kapal yang tidak hanya aman dan efisien, tetapi juga realistis untuk dibangun dan dioperasikan di Nigeria, dengan mempertimbangkan kondisi perairan, kemampuan galangan kapal, hingga aspek ekonomi masyarakat pengguna,” ungkap Gerry.
Baca juga: 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2026, UI Nomor 1
Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan memberikan apresiasi tinggi atas capaian membanggakan ini. Menurutnya, inovasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UI mampu memberikan solusi rekayasa yang berdampak global.
“Prestasi yang diraih Tim Nagapasa UI menunjukkan kapasitas mahasiswa FTUI dalam menghadirkan solusi rekayasa yang berdampak global. Inovasi mereka tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga responsif terhadap tantangan keselamatan dan keberlanjutan transportasi perairan di negara berkembang,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang