Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Makanan yang Bantu Turunkan Gula Darah usai Menikmati Makanan Manis

Kompas.com, Diperbarui 31/03/2026, 08:29 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Belakangan ini, berbagai kudapan manis sedang menjadi tren, seperti crombloni yang digemari banyak orang.

Meskipun bagian pastrynya tidak terlalu manis, isian krimnya tetap mengandung gula yang cukup tinggi.

Belum lagi minuman yang kita konsumsi. Segelas teh manis jumbo tentu akan menambah asupan gula tubuh.

Baca juga: 5 Manfaat Daun Bidara, Bantu Cegah Diabetes

Bagi Anda yang memiliki riwayat gula darah tinggi atau diabetes, penting untuk lebih waspada karena lonjakan kadar gula darah bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, bahkan mengganggu aktivitas harian.

Gula darah tinggi atau diabetes melitus adalah kondisi serius yang membutuhkan pengelolaan menyeluruh, termasuk dari sisi pola makan.

Memilih makanan yang tepat sangat penting untuk membantu menstabilkan kadar gula darah, terutama setelah mengonsumsi makanan manis.

Makanan yang bantu turunkan gula darah

Berikut ini adalah lima jenis makanan yang terbukti dapat membantu menurunkan kadar gula darah:

1. Oatmeal

Oatmeal dikenal sebagai sumber serat larut yang baik dan memiliki indeks glikemik rendah, sehingga sangat efektif dalam mengontrol lonjakan gula darah.

Penyakit akibat makan oatmeal setiap hari DOK.SAJIANSEDAP Penyakit akibat makan oatmeal setiap hari

Kandungan beta-glukan di dalamnya membantu memperlambat penyerapan glukosa di usus dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Baca juga: Cara Makan Oatmeal dengan Beragam Variasi

Menyantap semangkuk oatmeal tanpa tambahan gula bisa menjadi pilihan sarapan sehat bagi penderita diabetes.

2. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli mengandung serat tinggi, rendah kalori, serta kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan.

Brokoli menjadi salah satu sayuran hijau yang dapat digunakan untuk memulihkan stamina setelah sakit.canva.com Brokoli menjadi salah satu sayuran hijau yang dapat digunakan untuk memulihkan stamina setelah sakit.

Serat dalam sayuran ini membantu memperlambat proses penyerapan glukosa dalam darah, sehingga kadar gula tetap terkontrol.

Baca juga: Kenali 3 Tanda Brokoli yang Sudah Tidak Layak Konsumsi di Rumah

Mengonsumsi sayuran hijau secara rutin sangat disarankan sebagai bagian dari pola makan harian.

3. Ikan berlemak

Ilustrasi ikan salmon.Freepik Ilustrasi ikan salmon.

Salmon, mackerel, dan sarden merupakan contoh ikan berlemak yang mengandung asam lemak omega-3. Lemak sehat ini tidak hanya membantu mengurangi resistensi insulin, tapi juga memiliki efek antiinflamasi yang bermanfaat bagi penderita diabetes.

Baca juga: Resep Sushi Roll Salmon, Mudah Dibuat di Rumah

Mengonsumsi ikan berlemak dua hingga tiga kali seminggu dapat menjadi strategi yang baik untuk menjaga kesehatan metabolik.


4. Alpukat

Alpukat dapat dimanfaatkan menjadi jus untuk menjaga kesehatan ginjal.canva.com Alpukat dapat dimanfaatkan menjadi jus untuk menjaga kesehatan ginjal.

Alpukat kaya akan lemak sehat tak jenuh tunggal, serat, dan rendah karbohidrat, menjadikannya pilihan sempurna untuk mengontrol gula darah.

Baca juga: Cara Merebus Daun Alpukat untuk Batu Ginjal, Ini Langkahnya!

Lemak sehat dalam alpukat membantu memperlambat pencernaan dan meningkatkan rasa kenyang, sehingga mencegah lonjakan gula darah setelah makan.

5. Biji-bijian utuh

Karena tinggi serat dan protein, quinoa juga dapat membantu menurunkan berat badan.SHUTTERSTOCK Karena tinggi serat dan protein, quinoa juga dapat membantu menurunkan berat badan.

Quinoa, beras merah, dan barley adalah contoh biji-bijian utuh yang mengandung serat dan protein tinggi. Serat ini membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh, menjaga kadar glukosa tetap stabil.

Baca juga: 5 Tips Masak Quinoa agar Cepat Empuk, Menu Makanan Sehat

Biji-bijian utuh juga memberikan rasa kenyang lebih lama, membantu mengontrol asupan kalori harian.

Tips tambahan untuk menjaga gula darah

Selain mengonsumsi makanan penurun gula darah, ada beberapa hal penting lainnya yang perlu diperhatikan oleh penderita diabetes:

  • Kendalikan porsi makan agar tidak mengonsumsi kalori berlebihan.
  • Pilih karbohidrat kompleks seperti ubi, oat, atau biji-bijian utuh dibandingkan karbohidrat sederhana.
  • Lakukan aktivitas fisik secara rutin, karena ini membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

Konsultasikan perubahan pola makan dengan ahli gizi atau dokter untuk menyesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.

Menggabungkan lima makanan di atas dalam pola makan harian, disertai gaya hidup sehat, dapat menjadi langkah efektif dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Baca juga: 7 Minuman Pagi Ini Bantu Turunkan Gula Darah, Gampang Tinggal Seduh

Setiap individu memiliki kondisi yang berbeda, jadi pastikan Anda mendapatkan saran profesional untuk pengelolaan diabetes yang lebih optimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau