Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Buah dan Sayur yang Bisa Ditanam di Air, Perawatan Lebih Mudah

Kompas.com, 7 November 2025, 14:03 WIB
Alma Erin Mentari

Penulis

Sumber lifesavvy

KOMPAS.com - Metode hidroponik semakin populer di kalangan masyarakat yang tinggal di area perkotaan dengan ruang terbatas.

Cukup dengan wadah dan air, berbagai jenis tanaman bisa tumbuh subur tanpa perlu tanah, sangat cocok untuk dapur apartemen atau rumah mungil.

Dilansir dari Life Savvy, berikut jenis buah dan sayur yang dapat tumbuh di air dan mudah kamu rawat di rumah. 

Baca juga:

1. Daun Bawang

Sisa potongan daun bawang yang biasanya dibuang ternyata bisa ditanam kembali. Simpan batang daun bawang dalam botol berisi air, pastikan bagian akarnya terendam. Dalam beberapa hari, daun baru akan mulai tumbuh.

2. Nanas

Bagian daun mirip mahkota yang ada di ujung nanas bisa ditanam ulang. Cukup rendam bagian bawahnya dalam air hingga akarnya muncul. Setelah akarnya kuat, kamu bisa memindahkannya ke pot tanah agar pertumbuhannya optimal.

3. Selada

Jangan buang sisa batang selada! Letakkan bagian bawah batangnya dalam wadah dengan sedikit air. Dalam beberapa hari, daun segar akan mulai tumbuh. Cara ini lebih hemat dan bisa dipanen ulang.

4. Wortel

Daun hijau bagian atas wortel dapat tumbuh kembali jika direndam dalam air secukupnya. Letakkan di wadah dangkal, dan dalam beberapa hari daun hijau akan tumbuh, cocok untuk garnish atau masakan.

Ilustrasi aneka jenis sayuran yang ditanam di air.DOK.SHUTTERSTOCK/KingTa Ilustrasi aneka jenis sayuran yang ditanam di air.

5. Bok Choy

Sawi putih atau bok choy bisa hidup di air hingga akarnya tumbuh. Letakkan bagian bonggolnya dalam sedikit air, ganti air secara berkala, lalu pindahkan ke tanah bila akar sudah kuat.

6. Bawang Putih

Bawang putih juga bisa tumbuh dalam air, terutama jika siungnya masih segar. Simpan dalam wadah berisi sedikit air, dan perhatikan perkembangan akarnya. Meski begitu, pastikan air diganti rutin dan siung tidak membusuk.

7. Alpukat

Biji alpukat bisa ditumbuhkan dalam air dengan cara yang simpel. Tusuk bijinya dengan tusuk gigi, lalu gantungkan setengah bagian biji di atas air. Pastikan hanya bagian bawah yang terendam air. Gantilah air secara berkala hingga akar muncul dan tunas tumbuh.

Tips Sukses Bertanam di Media Air

  • Gunakan air bersih dan ganti secara berkala untuk mencegah jamur atau bakteri.
  • Pastikan wadah yang digunakan cukup terkena cahaya matahari.
  • Perhatikan kualitas sisa sayur atau buah yang ditanam, pilih yang masih segar.

Dengan memanfaatkan sisa bahan dapur, kamu bukan hanya menghemat pengeluaran, tapi juga menciptakan dapur hijau yang segar dan bermanfaat.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau