Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Talenan Plastik Harus Diganti Saat Sudah Begini, Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com, 14 Januari 2026, 08:31 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Banyak orang memiliki talenan favorit di dapur—yang tidak mudah bergeser, ukurannya pas, dan gampang dibersihkan. Namun seperti peralatan dapur lainnya, talenan plastik tidak dirancang untuk dipakai selamanya.

Para ahli menegaskan bahwa ada waktu tertentu ketika talenan harus diganti demi keamanan makanan dan kesehatan keluarga.

Kapan harus mengganti talenan plastik?

Semua talenan pada akhirnya akan mengalami keausan. Ketika permukaannya sudah sangat aus atau memiliki banyak goresan dalam yang sulit dibersihkan, talenan tersebut sebaiknya tidak digunakan lagi.

Zahra Mohammad, Ph.D., ahli mikrobiologi pangan dari University of Houston, mengatakan bahwa talenan plastik sebenarnya aman digunakan asal dibersihkan dan disanitasi dengan benar.

Baca juga: Perbedaan Membersihkan Talenan Kayu dan Plastik agar Bersih dan Awet

Namun penelitian yang ia pimpin menunjukkan fakta mengejutkan: tingkat perpindahan bakteri seperti salmonella, E. coli, listeria, dan staphylococcus di dapur dapat mencapai 30 persen atau lebih.

Talenan plastik akan memiliki banyak guratan bekas pisau. Ketika guratan ini mulai tampak gelap atau kotor meski sudah dicuci dengan baik, itu tanda utama bahwa bakteri dan jamur telah berkembang di dalamnya, sehingga saatnya kamu mengganti talenan tersebut.

Singkatnya: jika bekas irisannya tidak bisa lagi bersih, segera beli talenan baru.

Memilih dan menggunakan talenan dengan aman

Meski semua jenis talenan dapat menyimpan bakteri, talenan plastik biasanya lebih aman dibanding kayu karena sifatnya yang nonporos, sehingga tidak menyerap cairan.

Ilustrasi talenan plastik, menggunakan talenan plastik. SHUTTERSTOCK/MASTER PHOTO 2017 Ilustrasi talenan plastik, menggunakan talenan plastik.

Untuk kebersihan yang lebih optimal, USDA menyarankan untuk menggunakan talenan terpisah untuk jenis bahan makanan yang berbeda, misalnya:

  • Satu talenan untuk sayur dan roti,
  • Satu talenan lain untuk daging, unggas, dan seafood mentah.

Baca juga: Apakah Talenan Plastik Aman Digunakan? Ini Penjelasan Ahlinya

Menggunakan talenan dengan warna berbeda juga dapat membantu mengingat penggunaannya, seperti talenan hijau untuk sayuran dan merah untuk daging.

Cara membersihkan talenan plastik

Membersihkan talenan plastik harus dilakukan dengan benar, terutama setelah kontak dengan bahan makanan mentah.

Langkah-langkah yang disarankan:

1. Cuci dengan air panas dan sabun

Usai dipakai, gosok talenan hingga bersih, bilas sampai airnya jernih, lalu keringkan dengan tisu atau biarkan mengering sendiri.

2. Gunakan dishwasher

Banyak talenan plastik aman dicuci di mesin pencuci piring untuk pembersihan lebih optimal.

3. Sanitasi dengan larutan pemutih (khusus daging mentah)

Jika digunakan untuk ikan, daging, atau ayam mentah, talenan perlu disanitasi dengan larutan bleach:


Campurkan 1 sendok makan chlorine bleach tanpa pewangi

  • Siapkan sekitar 3,8 liter air
  • Biarkan cairan merata di permukaan talenan selama beberapa menit, lalu bilas dan keringkan.
  • Berapa lama talenan plastik bisa dipakai?

Menurut Jessica Ek, juru bicara American Cleaning Institute, talenan plastik umumnya bertahan minimal satu tahun.

Namun, talenan plastik dapat awet hingga lima tahun, tergantung intensitas penggunaan dan cara perawatannya.

Baca juga: Cara Terbaik Membersihkan Talenan Kayu agar Awet dan Bebas Kuman

Kesimpulan

Talenan plastik membutuhkan perawatan rutin agar tetap higienis, tetapi tetap memiliki masa pakai yang terbatas.

Begitu talenan sulit dibersihkan atau guratannya terlalu dalam dan tampak kotor, saatnya Anda menggantinya.

Dengan talenan baru dan kebiasaan sanitasi yang tepat, keamanan makanan di dapur pun lebih terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau