Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agar Talenan Kayu Tetap Awet, Ini Panduan Membersihkan sampai Merawatnya

Kompas.com, 15 Januari 2026, 05:05 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Cara Terbaik Membersihkan Talenan Kayu: Panduan Lengkap Membersihkan, Mensterilkan, dan Merawat

Talenan kayu tetap menjadi favorit di banyak dapur, bukan hanya karena tampilannya yang estetik, tetapi juga karena sifatnya yang lembut terhadap pisau.

Meski begitu, talenan kayu memerlukan perawatan khusus agar tetap awet, bersih, dan aman digunakan.

Baca juga: Perbedaan Membersihkan Talenan Kayu dan Plastik agar Bersih dan Awet

Tidak seperti talenan plastik, talenan kayu tidak boleh dimasukkan ke mesin pencuci piring dan tidak boleh direndam lama dalam air. Lalu, bagaimana cara terbaik merawatnya?

Panduan membersihkan talenan kayu

Berikut panduan lengkap cara membersihkan dan merawat talenan kayu agar selalu higienis dan tahan lama.

Mengapa talenan kayu harus dibersihkan dengan benar?

Setiap kali Anda memotong bahan makanan, sisa-sisa makanan, cairan, dan jus dari bahan tersebut akan menempel pada permukaan talenan. Jika tidak dibersihkan dengan benar:

Ilustrasi mencuci talenan kayu, membersihkan talenan kayu.SHUTTERSTOCK/OLYA DETRY Ilustrasi mencuci talenan kayu, membersihkan talenan kayu.

  • Partikel dari satu bahan bisa berpindah ke bahan lain: Bakteri dari daging dan unggas dapat mengontaminasi bahan makanan lain, terutama yang dimakan mentah seperti buah dan sayuran.
  • Bau tak sedap dan noda sulit hilang dapat muncul.
  • Talenan cepat rusak dan tidak tahan lama.

Baca juga: Cara Terbaik Membersihkan Talenan Kayu agar Awet dan Bebas Kuman

Inilah alasan pentingnya membersihkan talenan kayu secara benar dan rutin.

Seberapa sering talenan kayu perlu dibersihkan, disanitasi, dan diolesi minyak?

  • Dicuci: Setelah setiap kali digunakan.
  • Diolesi minyak atau wax: Sekitar sebulan sekali untuk menjaga talenan tetap lembap, tidak menyerap cairan, dan tampak seperti baru.
  • Disanitasi: Tidak perlu langkah khusus. Pencucian dengan sabun dan air hangat sudah cukup untuk menghilangkan bakteri.

Cara terbaik membersihkan talenan kayu

Berikut ini adalah cara terbaik membersihkan talenan kayu

1. Membersihkan dengan sabun cuci dan air

Ini adalah metode terbaik untuk perawatan sehari-hari.

Ilustrasi mencuci talenan kayu, membersihkan talenan kayu. SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT Ilustrasi mencuci talenan kayu, membersihkan talenan kayu.

Langkah-langkah:

  • Cuci kedua sisi talenan menggunakan sabun pencuci piring dan air panas.
  • Gunakan sikat atau spons lembut untuk membersihkan sisa makanan yang menempel.
  • Bilas hingga bersih.
  • Keringkan dengan handuk bersih dan biarkan diangin-anginkan.

Hindari:

  • Merendam talenan dalam air.
  • Memasukkannya ke dishwasher.
  • Keduanya dapat menyebabkan talenan melengkung atau retak.

Baca juga: Talenan Kayu Vs Plastik, Mana yang Lebih Bersih?

2. Jangan gunakan pemutih

Bleach bisa merusak warna kayu, membuatnya kering, bahkan menyebabkan retakan. Selain itu, bau bleach dapat menempel dan mengkontaminasi makanan. Sabun dan air sudah cukup aman dan efektif.

3. Membersihkan dengan cuka (opsional)

Jika talenan mulai berbau:

  • Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1.
  • Semprotkan ke seluruh permukaan talenan.
  • Biarkan kering tanpa perlu dilap.

Ini membantu menghilangkan bau tanpa merusak kayu.

4. Menghilangkan bau dengan lemon dan garam

Cocok untuk bau bawang, bawang putih, atau aroma menyengat lainnya.


Caranya:

  • Taburi talenan dengan garam kasar (kosher salt).
  • Potong lemon dan peras jusnya di atas garam.
  • Gunakan bagian lemon yang sudah dipotong untuk menggosok seluruh permukaan hingga membentuk pasta.
  • Diamkan semalaman.
  • Kerok sisa garam dan lemon hingga bersih.

Baca juga: Talenan Kayu atau Plastik, Mana yang Paling Tepat untuk Dapur Rumah?

Alternatif: Gunakan pasta baking soda dan air untuk mengatasi bau dan noda.

Tips merawat talenan kayu agar awet

Setelah membersihkan, ini tips merawat talenan kayu agar awet:

Mengolesi minyak atau wax

Gunakan minyak mineral food-grade atau beeswax. Manfaatnya:

  • Mencegah talenan menyerap air dan bau.
  • Menjaga tampilan kayu tetap cantik dan tidak kusam.
  • Memperpanjang umur pakai talenan.

Cukup lakukan sebulan sekali atau saat talenan terlihat kering.

Baca juga: Talenan Kayu atau Plastik, Mana yang Paling Tepat untuk Dapur Rumah?

Mengampelas talenan

Jika permukaan talenan sudah banyak goresan atau cekungan:

  • Amplas permukaannya untuk membuatnya kembali halus.

Hal ini membantu menjaga kebersihan karena bakteri lebih mudah terjebak pada permukaan yang kasar atau retak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau