Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Cuma Lontong, 5 Makanan Ini Identik dengan Cap Go Meh

Kompas.com, 23 Februari 2026, 13:11 WIB
Krisda Tiofani,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kemeriahan Imlek belum berakhir. Pada hari ke-15 Imlek, masyarakat keturunan China di Indonesia akan merayakan Cap Go Meh.

Cap Go Meh merupakan puncak Tahun Baru China yang dikenal juga sebagai Festival Lampion, masyarakat akan melepaskan lampion ke udara sembari membacakan doa agar harapan di tahun baru dapat terwujud.

Selain pelepasan lampion pertunjukan lampion, Cap Go Meh juga identik dengan kuliner yang memiliki makna baik, layaknya yang terjadi saat Imlek.

Di Indonesia, kamu mungkin familiar dengan sajian lontong cap go meh. Sajian ini memang hampir selalu ada setiap Cap Go Meh. Baik di Indonesia maupun di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Lantas, apa saja kuliner yang identik dengan Cap Go Meh?

Baca juga: Warung Ketupat Cap Go Meh Legendaris di Jakarta, Buka Sejak 1965

Kuliner yang identik dengan Cap Go Meh

1. Lontong cap go meh

Seporsi lontong cap go meh terdiri dari lontong, telur, sayur lodeh labu siam, sambal, kerupuk, ayam, dan ati ampela.

Semakin lengkap isi lontong cap go meh, semakin besar rezeki yang akan diterima oleh orang yang mengonsumsinya saat Cap Go Meh.

Dikutip dari Kompas.com, Senin (23/2/2026), potongan lontong yang bundar disebut melambangkan bulan purnama, sementara warna putih lontong melambangkan kebersihan hati.

Baca juga: Kenapa Lontong Jadi Sajian Wajib Cap Go Meh?

2. Jeruk mandarin

Sama halnya dengan lontong, jeruk mandarin yang memiliki bentuk bulat juga dipercaya membawa hoki bila dimakan saat Cap Go Meh.

"Bentuk jeruknya harus yang bulat. Enggak boleh yang agak kempes," kata peneliti Batik Peranakan China, Notty J. Mahdi, dikutip dari Kompas.com.

Buah yang memiliki rasa manis dan ukuran tak terlalu besar ini dipercaya melambangkan kesatuan dan rezeki.

Baca juga: 7 Buah Pembawa Hoki Saat Imlek, Tak Hanya Jeruk Mandarin

3. Ronde

Ilustrasi tangyuan.Dok. Pexels/shiyun Ilustrasi tangyuan.

Saat Cap Go Meh, masyarakat di China biasanya menikmati tangyuan alias sajian ronde dari tepung ketan.

Ronde ini juga memiliki bentuk bulat dan disajikan di mangkuk yang bulat pula. Hal ini melambangkan hal baik.

"Ronde yang disajikan saat Cap Go Meh, menandakan utuh. Kalau disajikan dengan mangkuk bulat, menandakan kebersamaan," kata Notty.

Baca juga: Mengapa di China Makan Ronde Saat Cap Go Meh?


4. Teh serai

Selain aneka makanan, Cap Go Meh juga dirayakan dengan menikmati minuman manis yang diyakini membawa hal baik.

Notty menyebut bahwa minuman tersebut mirip dengan teh yang dicampur dengan serai dan terasa sangat manis.

"Jumlah gulanya luar biasa, tetapi ini justru dipercaya karena kita ingin hidup manis di tahun baru," ujar dia.

Baca juga: Promo Ramadhan JCO dan Starbucks: Buy 1 Get 1 hingga Paket Makan Rp 65.000-an

5. Onde-onde

Terakhir, ada onde-onde yang juga termasuk makanan khas Cap Go Meh. Mengonsumsi onde-onde saat Cap Go Meh dipercaya memiliki makna baik.

Pasalnya, bentuk onde-onde yang bulat dan warna coklat keemasan yang dilambangkan sebagai rezeki.

Baca juga: Resep Onde-Onde Telur Asin, Camilan Gurih Creamy untuk Teman Ngeteh

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau