Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menu Lebaran dari Berbagai Negara, Hangatnya Tradisi di Meja Makan

Kompas.com, 25 Maret 2026, 09:41 WIB
Devi Ramadhany,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Perayaan Idul Fitri di berbagai belahan dunia tidak hanya identik dengan tradisi silaturahmi, tetapi juga kekayaan kuliner khas yang mencerminkan budaya lokal masing-masing.

Dilansir dari The Takeout, setiap negara memiliki hidangan Lebaran dengan cita rasa, bahan, dan sejarah yang berbeda-beda.

Baca juga: 7 Rekomendasi Kuliner Khas Jogja Selain Bakpia yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh

Berikut daftar hidangan khas Lebaran dari berbagai negara:

1. Indonesia

ilustrasi ketupatCANVA/Nsopyan ilustrasi ketupat

Di Indonesia, Lebaran identik dengan ketupat yang disajikan bersama opor ayam, rendang, atau sambal goreng.

Ketupat yang terbuat dari beras dalam anyaman daun kelapa memiliki makna simbolis sebagai lambang kesucian dan kebersamaan setelah menjalani bulan Ramadan.

Baca juga: Resep Ginger Shot untuk Diet, Racikan 3 Bahan untuk Bakar Lemak

2. Malaysia dan Singapura

Sejarah dan makna lebaran ketupat.SHUTTERSTOCK/tyasindayanti Sejarah dan makna lebaran ketupat.

Tradisi kuliner di Malaysia dan Singapura tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

Ketupat juga menjadi menu utama, biasanya disantap dengan rendang, sate, serta berbagai hidangan khas Melayu lainnya yang kaya rempah.

Baca juga: 5 Oleh-oleh Khas Lamongan lengkap dengan Rekomendasi Tempat Belanjanya

3. Timur Tengah

ilustrasi maamoul. SHUTTERSTOCK/VELIAVIK ilustrasi maamoul.

Di kawasan Timur Tengah, salah satu hidangan khas Lebaran adalah maamoul, yaitu kue kering berisi kurma, kacang, atau pistachio.

Kue ini sering disajikan kepada tamu sebagai simbol keramahan dan perayaan.

Baca juga: 5 Cara Simpan Kue Kering Lebaran agar Tetap Renyah dan Tahan Lama

4. India dan Pakistan

Ilustrasi Sheer Kurma, dessert Mughlai yang dibuat dari bihun direbus dengan susu, kurma, dan buah keringShutterstock/Rasoi Tak Ilustrasi Sheer Kurma, dessert Mughlai yang dibuat dari bihun direbus dengan susu, kurma, dan buah kering

?Masyarakat di India dan Pakistan merayakan Lebaran dengan hidangan manis seperti sheer khurma, yaitu sajian berbahan susu, bihun, kurma, dan kacang-kacangan.

Hidangan ini biasanya disajikan hangat sebagai menu pembuka saat hari raya.

Baca juga: 5 Resep Menu Diet Rendah Kolesterol, Rasa Enak dan Aman Bagi Tubuh


5. Turki

Ilustrasi baklava Ilustrasi baklava

Di Turki, Idul Fitri bahkan dikenal sebagai “Festival Gula” karena banyaknya sajian manisan seperti baklava dan lokum (Turkish delight).

Makanan manis ini menjadi suguhan utama untuk tamu yang datang bersilaturahmi.

6. Somalia (Afrika Timur)

Samosa, masakan khas India yang sering dijadikan santapan untuk berbuka puasa. Samosa, masakan khas India yang sering dijadikan santapan untuk berbuka puasa.

Di Somalia, masyarakat menikmati hidangan seperti sambuusa, camilan gurih mirip samosa yang berisi daging atau sayuran.

Selain itu, berbagai hidangan berbahan daging juga menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran.

Menurut laporan tersebut, makanan Lebaran tidak hanya berfungsi sebagai santapan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, serta identitas budaya di masing-masing negara.

Keberagaman kuliner ini menunjukkan bahwa meski Idul Fitri dirayakan secara global, setiap negara memiliki cara unik dalam merayakannya, terutama melalui hidangan khas yang disajikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau