Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China-Australia "Adu Mulut" soal Jet Tempur Su-35 Lepas Flare di Laut China Selatan

Kompas.com, 21 Oktober 2025, 12:58 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

CANBERRA, KOMPAS.com – Ketegangan antara China dan Australia kembali memanas, setelah jet tempur Beijing dilaporkan melepaskan suar panas (flare) untuk mengelabui rudal musuh di dekat pesawat patroli militer Australia.

Insiden di Laut China Selatan itu memicu “adu mulut” antara kedua negara yang saling menuding pelanggaran wilayah udara.

Dilansir New York Times, Kementerian Pertahanan Australia pada Senin (20/10/2025) menyatakan, jet tempur China jenis Su-35 melakukan manuver berbahaya dengan melepaskan flare di dekat pesawat patroli maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Udara Australia (RAAF) pada Minggu lalu.

Baca juga: Indonesia Borong Jet Tempur J-10 China, Siap Dampingi Rafale Perancis

“Ini adalah manuver yang tidak aman dan tidak profesional, yang menimbulkan risiko bagi pesawat dan awak kami,” tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Australia.

Insiden terjadi ketika pesawat Australia sedang menjalankan misi patroli pengawasan maritim di wilayah Laut China Selatan, area yang selama ini menjadi pusat sengketa antara sejumlah negara di Asia Tenggara dengan Beijing.

Pemerintah Australia menyampaikan keprihatinannya secara resmi kepada Pemerintah China, meski tidak ada kerusakan pada pesawat P-8A dan tidak ada personel yang terluka dalam insiden tersebut.

China klaim pesawat Australia langgar wilayah udara

Menanggapi tuduhan itu, Komando Teater Selatan Angkatan Udara China mengeklaim bahwa pesawat Australia telah memasuki wilayah udara China di atas Kepulauan Paracel tanpa izin.

“Pasukan kami segera dikerahkan untuk melacak dan memperingatkan pesawat Australia agar menjauh,” demikian pernyataan pihak militer China.

“Tindakan Australia telah secara serius melanggar kedaulatan China,” lanjut pernyataan tersebut.

Kepulauan Paracel sendiri merupakan gugusan pulau yang diklaim oleh China, Vietnam, dan Taiwan, serta menjadi salah satu titik panas dalam sengketa wilayah Laut China Selatan.

Baca juga: Ambisi Eropa Saingi F-35 AS Kandas, Proyek Jet Tempur Generasi Keenam Terancam Gagal

Ketegangan berulang

Ilustrasi Laut China Selatan.AFP/JAM STA ROSA Ilustrasi Laut China Selatan.

Insiden terbaru ini memperpanjang daftar konfrontasi udara antara China dan Australia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Canberra berulang kali menuduh jet tempur China melakukan manuver berbahaya di udara.

Beijing, di sisi lain, menilai langkah-langkah itu sah karena pesawat Australia dianggap memasuki wilayah udara yang diklaimnya.

Pada November 2023, Angkatan Laut China juga sempat dituding menggunakan pulsa sonar di perairan internasional lepas pantai Jepang, yang mengakibatkan cedera pada penyelam Australia.

Diketahui, meskipun tidak memiliki klaim atas Laut China Selatan, Australia berpihak pada AS dan sekutu-sekutunya dengan mengatakan bahwa klaim Beijing terhadap wilayah tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Baca juga: Tantang F-35 AS, Rusia Pamer Jet Tempur Siluman Su-75 Checkmate

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
China-Australia "Adu Mulut" soal Jet Tempur Su-35 Lepas Flare di Laut China Selatan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat