Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eropa Sebut Rusia Sangat Diuntungkan Jika Perang Iran Terus Memanas

Kompas.com, 27 Maret 2026, 14:11 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Euronews

KOMPAS.com - Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, mengeluarkan peringatan keras terkait keterkaitan Rusia dengan perang di Iran dan perang di Ukraina. 

Menurutnya, Rusia berada di balik kedua konflik tersebut dan memetik keuntungan besar dari situasi yang terjadi.

Dalam pertemuan para menteri luar negeri G7 di Prancis, Kamis (26/3/2026), Kallas mendesak Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Kremlin. 

Baca juga: Kapal Tanker Rusia Bermuatan 1 Juta Barel Minyak Dihantam Drone

Dia menyoroti bagaimana Moskwa diuntungkan oleh lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah, sebagaimana dilansir Euronews.

Kallas mengungkapkan bahwa Moskwa dilaporkan memberikan bantuan intelijen dan pesawat nirawak (drone) kepada Teheran. 

Bantuan ini diduga digunakan untuk menyasar aset militer AS di Timur Tengah.

"Kita melihat bahwa Rusia membantu Iran dengan intelijen untuk menargetkan warga Amerika, untuk membunuh warga Amerika. Rusia juga mendukung Iran dengan drone agar mereka dapat menyerang negara tetangga dan pangkalan militer AS," ujar Kallas.

Dia menegaskan bahwa AS tidak bisa memisahkan kedua konflik tersebut jika ingin mencapai perdamaian.

Baca juga: Iran Serap Taktik Drone Rusia, AS Terancam Kewalahan di Selat Hormuz

"Perang-perang ini sangat berkaitan erat. Jadi, jika Amerika ingin perang di Timur Tengah berhenti dan Iran berhenti menyerang mereka, mereka juga harus memberikan tekanan pada Rusia agar mereka tidak dapat membantu Iran dalam hal ini," tambahnya.

Kondisi ekonomi global saat ini justru berpihak pada Rusia. Kenaikan harga minyak yang dramatis telah membalikkan tren penurunan ekonomi Rusia sebelumnya. 

Di sisi lain, langkah Gedung Putih melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran dan Rusia untuk menenangkan pasar energi justru memicu kekecewaan di kalangan negara-negara Eropa.

Kallas menekankan perlunya solusi diplomatik atau "jalan keluar" untuk mengakhiri konflik dengan cepat. 

Terkait pengamanan jalur perdagangan di Selat Hormuz, dia menyatakan bahwa Eropa hanya akan bergabung dalam koalisi keamanan setelah pertempuran berakhir.

"Kita butuh jalan keluar, bukan eskalasi. Harus ada solusi diplomatik agar kawasan ini keluar dengan lebih kuat dan damai," tegasnya.

Baca juga: Cadangan Minyak Sisa 45 Hari, Filipina Buru-buru Impor dari Rusia

Nasib Ukraina

Kallas juga mengingatkan dunia agar tidak melupakan Ukraina. Apalagi, intensitas perang di Timur Tengah kini mulai mengganggu pasokan senjata dan sistem pertahanan udara yang sangat dibutuhkan Kyiv.

Di saat yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan kekhawatiran atas strategi pemerintahan Presiden AS Donald Trump. 

Dalam wawancara dengan Reuters, Zelensky menyebut bahwa jaminan keamanan dari AS kini dikaitkan dengan syarat agar Kyiv menyerahkan seluruh wilayah Donbas kepada Moskow.

"Presiden Trump, sayangnya, menurut hemat saya, masih memilih strategi untuk memberikan lebih banyak tekanan pada pihak Ukraina," kata Zelensky.

Baca juga: Israel Serang Jalur Penyelundupan Senjata Rusia-Iran di Laut Kaspia

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Eropa Sebut Rusia Sangat Diuntungkan Jika Perang Iran Terus Memanas
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat