Steven Lyons disebut sebagai bos klan Lyons, yang awalnya berbasis di Cumbernauld, North Lanarkshire.
Baca juga: Italia Buru 142 Tersangka Anggota Mafia Ndrangheta
Klan ini terlibat dalam perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan kelompok saingannya, Daniel, yang berbasis di Glasgow.
Awal Maret 2026, dia sempat diberitakan telah ditangkap di Bahrain, lima bulan setelah dibebaskan dari tahanan di Dubai.
Namun dalam pekan-pekan berikutnya, kepastian keberadaannya menjadi misteri, hingga dia turun dari pesawat di Bali.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Imigrasi Ngurah Rai menyebut: Berdasarkan data intelijen, Lyons diduga pimpinan sebuah organisasi kriminal internasional.
Dia diduga menjadi otak di balik pengoperasian sejumlah perusahaan fiktif dan terlibat dalam kasus pencucian uang.
Baca juga: 17 Mafia Ditangkap di Sisilia dan AS, Diduga Terkait Geng Gambino
Bugie Kurniawan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, mengatakan bahwa penangkapan itu menjadi pesan bahwa Pulau Bali tidak akan pernah menjadi tempat aman bagi buronan internasional.
Sementara itu, Felucia Sengky Ratna, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, mengatakan, "Pencapaian ini menunjukkan bahwa pengawasan keimigrasian di Bali efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap ancaman lintas negara."
Setelah dibekuk di terminal kedatangan bandara internasional Ngurah Rai, Lyons, yang saat itu mengenakan kaus, celana pendek, dan membawa ransel, diserahkan kepada Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pada Sabtu, seorang juru bicara Kepolisian Skotlandia mengatakan, "Kami mengetahui penangkapan seorang warga Skotlandia di Bali dan kami bekerja sama secara erat dengan mitra Eropa."
Baca juga: Jenazah Bos Mafia Italia, Messina Denaro, Dibawa ke Kampung Halaman di Sisilia
Pada 2006, Steven Lyons selamat dari penembakan di sebuah garasi di Lambhill, wilayah utara Glasgow, yang merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons.
Dia kemudian pindah ke Spanyol sebelum menetap di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).
Aliansi kriminal Lyons mencakup hubungan dengan kelompok kejahatan Kinahan yang berbasis di Dubai.
Disebutkan dia membangun hubungan dengan putra sang pendiri, Daniel Kinahan, mantan promotor tinju, saat tinggal di Costa del Sol, Spanyol.