Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Steven Lyons Buron Interpol, Bos Mafia Skotlandia yang Dibekuk di Bali

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:02 WIB
BBC News Indonesia,
Danur Lambang Pristiandaru

Tim Redaksi

Steven Lyons disebut sebagai bos klan Lyons, yang awalnya berbasis di Cumbernauld, North Lanarkshire.

Baca juga: Italia Buru 142 Tersangka Anggota Mafia Ndrangheta

Klan ini terlibat dalam perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan kelompok saingannya, Daniel, yang berbasis di Glasgow.

Awal Maret 2026, dia sempat diberitakan telah ditangkap di Bahrain, lima bulan setelah dibebaskan dari tahanan di Dubai.

Namun dalam pekan-pekan berikutnya, kepastian keberadaannya menjadi misteri, hingga dia turun dari pesawat di Bali.

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Imigrasi Ngurah Rai menyebut: Berdasarkan data intelijen, Lyons diduga pimpinan sebuah organisasi kriminal internasional.

Dia diduga menjadi otak di balik pengoperasian sejumlah perusahaan fiktif dan terlibat dalam kasus pencucian uang.

Baca juga: 17 Mafia Ditangkap di Sisilia dan AS, Diduga Terkait Geng Gambino

Bagaimana Steven Lyons ditangkap di Bali?

Bugie Kurniawan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, mengatakan bahwa penangkapan itu menjadi pesan bahwa Pulau Bali tidak akan pernah menjadi tempat aman bagi buronan internasional.

Sementara itu, Felucia Sengky Ratna, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, mengatakan, "Pencapaian ini menunjukkan bahwa pengawasan keimigrasian di Bali efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap ancaman lintas negara."

Setelah dibekuk di terminal kedatangan bandara internasional Ngurah Rai, Lyons, yang saat itu mengenakan kaus, celana pendek, dan membawa ransel, diserahkan kepada Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Pada Sabtu, seorang juru bicara Kepolisian Skotlandia mengatakan, "Kami mengetahui penangkapan seorang warga Skotlandia di Bali dan kami bekerja sama secara erat dengan mitra Eropa."

Baca juga: Jenazah Bos Mafia Italia, Messina Denaro, Dibawa ke Kampung Halaman di Sisilia

Seperti apa jaringan kriminal Steven Lyons di Dubai dan Spanyol?

Pada 2006, Steven Lyons selamat dari penembakan di sebuah garasi di Lambhill, wilayah utara Glasgow, yang merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons.

Dia kemudian pindah ke Spanyol sebelum menetap di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).

Aliansi kriminal Lyons mencakup hubungan dengan kelompok kejahatan Kinahan yang berbasis di Dubai.

Disebutkan dia membangun hubungan dengan putra sang pendiri, Daniel Kinahan, mantan promotor tinju, saat tinggal di Costa del Sol, Spanyol.

Halaman:

Terkini Lainnya
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Global
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Profil Steven Lyons Buron Interpol, Bos Mafia Skotlandia yang Dibekuk di Bali
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat