Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pupuk dari Kulit Bawang Putih, Ampuh Suburkan Tanaman

Kompas.com, 2 September 2024, 07:45 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Bawang putih merupakan bumbu dapur yang serbaguna. Selain untuk pelezat hidangan, bawang putih juga bermanfaat sebagai pupuk tanaman.

Bawang putih kaya akan kalium, kalsium, dan fosfor. Kalium dan fosfor adalah dua dari tiga mikronutrien dasar yang dibutuhkan tanaman agar tumbuh subur.

Oleh karena itu, kulit bawang putih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Mengutip Garden is Life, Minggu (1/9/2024), berikut adalah cara membuat pupuk dari kulit bawang putih untuk menyuburkan tanaman.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Bawang Putih di Talenan, Pisau, dan Tangan

Cara membuat kompos dari kulit bawang putih

Ilustrasi kulit bawang putih. DOK.SHUTTERSTOCK/Parinya Teerakasemsuk Ilustrasi kulit bawang putih.

Seperti semua bahan organik, kulit bawang putih dapat dikubur dan dijadikan kompos untuk tanaman. Proses ini melibatkan mikroorganisme baik di dalam tanah yang menguraikan bahan organik.

Namun, kekurangannya adalah waktu yang dibutuhkan kulit bawang putih untuk terurai. Mungkin diperlukan waktu beberapa minggu atau beberapa bulan hingga kulit bawang putih mulai melepaskan nutrisinya.

Selain itu, menggali tanah juga berisiko menimbulkan masalah bagi tanaman. Kamu bisa merusak akar saat menggali. Jadi, berhati-hatilah saat menggali lubang di tanah untuk kompos.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih dan Menggunakannya

Untuk membuat kompos, kamu bisa langsung menggunakan kulit bawang putih, lalu menguburkannya di tanah sekitar tanaman. Sesuaikan jumlah kulit bawang putih dengan tanaman yang ingin diberi kompos.

Cara membuat pupuk cair dari kulit bawang putih

Pupuk cair ini terbuat dari kulit bawang putih yang direndam dalam air. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, kamu perlu merendamnya lebih lama. Saat kulit bawang putih direndam, air akan menyerap berbagai nutrisi penting dari kulit bawang putih.

Berikut adalah langkah-langkah pembuatan pupuk dari kulit bawang putih:

  • Tempatkan kulit bawang putih dalam botol kaca atau plastik.
  • Tambahkan air. Untuk setiap 1 liter air, gunakan 2 umbi kulit bawang putih.
  • Aduk hingga merata. Tutup rapat wadahnya agar larutan bisa dikocok dengan kuat.
  • Diamkan selama 24 jam.
  • Simpan di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari.

Baca juga: Cara Merawat Rumput Halaman Rumah agar Lebih Hijau, Pakai Bawang Putih

Setelah 24 jam, air akan berubah warna menjadi kecoklatan. Mungkin akan muncul beberapa gelembung dan ini merupakan proses yang normal.

Untuk mengaplikasikan pupuk, saring terlebih dahulu semua partikel padat. Setelah itu, kamu dapat menggunakannya langsung untuk menyiram atau menyemprot tanaman. Gunakan pupuk bawang putih seminggu sekali.

Pupuk ini dapat digunakan pada tahap pembibitan, vegetatif, pembungaan, dan pembuahan tanaman. Saat tanaman sedang dalam tahap pembungaan, sebaiknya hindari menyemprotkan pupuk cair ini langsung pada bunga.

Baca juga: Cara Membuat Cairan Pembersih Dapur Pakai Bawang Putih

Cara terbaik untuk mengaplikasikan pupuk kulit bawang putih pada tanaman adalah dengan menggunakannya sebagai pupuk daun. Pemupukan daun diaplikasikan langsung pada daun tanaman melalui penyemprotan.

Dengan pemupukan daun, nutrisi akan diserap langsung melalui stomata. Waktu terbaik untuk menyemprot pupuk adalah pagi hari atau sore hari, saat stomata terbuka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau