Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Penyebab Aliran Air Kecil dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 6 September 2025, 22:40 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Aliran air yang kecil sering kali menjadi masalah di rumah. Bayangkan ketika sedang membilas rambut atau mencuci piring yang menumpuk, aliran air yang mengecil tentu akan membuat kamu jengkel.

Aliran air yang kecil bukan masalah sepele, tetapi bisa menjadi tanda adanya kerusakan serius pada sistem pipa rumah.

Penyebab aliran air kecil

Ilustrasi keran airPIXABAY/Mikes-Photography Ilustrasi keran air

Dilansir dari Martha Stewart, berikut adalah beberapa penyebab aliran air kecil dan cara mengatasinya.

Baca juga: 6 Penyebab Aliran Air Mesin Cuci Lambat dan Tidak Lancar

Pipa tersumbat

Penyumbatan pada pipa merupakan penyebab umum aliran air kecil, terutama di rumah-rumah yang sudah berusia puluhan tahun. 

Seiring berjalannya waktu, mineral seperti kalsium dan karat menumpuk di dinding pipa, sehingga jalur aliran air menjadi sempit. Tidak hanya itu, rambut dari kamar mandi atau benda asing yang masuk ke kloset juga dapat menyumbat saluran.

Untuk penyumbatan ringan, larutan pembersih berbahan dasar cuka bisa membantu melarutkan endapan. 

Namun, jika sumbatan parah dan sulit diatasi, sebaiknya panggil tukang ledeng untuk melakukan pemeriksaan mendalam. Pada beberapa kasus, bagian pipa yang rusak atau terlalu kotor mungkin perlu diganti.

Baca juga: Cara Membersihkan Keran Air Krom agar Bebas Karat dan Kembali Berkilau

Saluran air terlalu kecil 

Aliran air kecil juga bisa disebabkan oleh ukuran saluran air masuk yang terlalu kecil. Hal ini kerap dialami rumah di kawasan perkotaan yang menggunakan air dari instalasi kota.

Untuk mengatasinya, ada dua langkah yang bisa ditempuh. Pertama, mengganti saluran air masuk dengan diameter yang lebih besar. Kedua, memasang pompa dan tangki tekanan agar aliran air di rumah meningkat tanpa perlu mengubah ukuran saluran.

Pemanas air tersumbat 

Pemanas air juga dapat menjadi penyebab mengecilnya aliran air. Jika tidak rutin dirawat, sedimen akan menumpuk di dasar tangki, sehingga aliran air panas berkurang.

Solusinya, mintalah tukang ledeng untuk menguras tangki pemanas dan mengganti batang anoda. Perbaikan ini tidak hanya memulihkan aliran air, tetapi juga memperpanjang usia pemanas air.

Baca juga: Jangan Bersihkan 6 Barang Ini dengan Air, Bikin Rusak dan Bahaya

Kebocoran pada pipa

Kebocoran kecil bisa berdampak besar pada aliran air di rumah. Gejalanya antara lain muncul noda air pada dinding, adanya genangan yang tidak wajar, atau tagihan air bulanan yang tiba-tiba melonjak.

Periksa keran dan perlengkapan rumah tangga untuk memastikan kebocoran. Jika tidak menemukan tanda-tanda jelas, tukang ledeng dapat membantu menggunakan alat deteksi khusus untuk menemukan dan memperbaiki kebocoran tersembunyi.

Filter air tersumbat 

Banyak rumah dilengkapi filter air untuk menyaring kotoran, klorin, hingga sedimen. Jika filter tidak diganti secara rutin, lama-kelamaan akan tersumbat dan menyebabkan aliran air mengecil.

Solusinya, periksa kondisi filter rumah. Jika sudah kotor, gantilah dengan yang baru sesuai jadwal rekomendasi pabrikan, biasanya setiap 3-6 bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau