Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menaburkan Ampas Kopi di Teras Rumah, Apa Manfaatnya?

Kompas.com, 14 Oktober 2025, 22:07 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Ampas kopi sering kali dianggap limbah yang tidak berguna. Padahal, bahan alami yang satu ini punya banyak manfaat. 

Misalnya, selain ramah lingkungan, ampas kopi juga bisa membantu mempercantik taman, menjaga kebersihan, hingga mengurangi bau tak sedap.

Menaburkan ampas kopi di teras rumah, apa manfaatnya?

Menaburkan ampas kopi di teras rumah dipercaya dapat mengusir nyamuk, lalat, atau semut secara alami. Namun, efektivitasnya sebagai pengusir hama belum terbukti secara ilmiah. 

Dilansir dari The Spruce, Madeline Potter, spesialis entomologi dari University of Maryland, mengatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan ampas kopi bisa mengusir hama.

Baca juga: Sering Buang Ampas Kopi ke Wastafel, Apa Akibatnya?

Meski demikian, kandungan kafein dalam kopi memang dapat memengaruhi perilaku beberapa jenis serangga. Hanya saja, jumlah kafein dalam ampas kopi bekas terlalu rendah untuk memberikan efek yang signifikan.

Manfaat ampas kopi 

Meskipun tidak terlalu efektif sebagai pengusir hama, ampas kopi tetap punya berbagai kegunaan. Berikut beberapa di antaranya:

Menyuburkan tanaman 

Ampas kopi mengandung nitrogen, kalium, dan magnesium yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Saat ditaburkan di pot atau tanah di sekitar halaman rumah, bahan ini bisa membantu memperkaya unsur hara dan menjaga struktur tanah tetap gembur. Tanaman hias pun tampak lebih segar dan subur tanpa perlu tambahan pupuk kimia.

Baca juga: Membakar Ampas Kopi Bisa Basmi Nyamuk, Benarkah?

Membantu proses pengomposan alami

Kalau kamu punya tumpukan kompos di halaman, tambahkan ampas kopi ke dalamnya. Bahan ini tergolong “hijau” karena kaya nitrogen yang membantu mempercepat penguraian bahan organik, seperti daun kering dan potongan rumput. 

Dalam beberapa minggu, kamu bisa mendapatkan pupuk alami yang bagus untuk kebun di rumah.

Mengurangi bau tak sedap di area terbuka

Ampas kopi kering memiliki kemampuan menyerap bau. Taburkan sedikit di sekitar tempat sampah luar rumah atau di area yang sering berbau lembap. 

Aroma kopi alami akan membantu menetralkan bau tidak sedap dan membuat udara di sekitar terasa lebih segar.

Baca juga: Menaruh Ampas Kopi di Kulkas, Apa Manfaatnya?

Pembersih alami untuk permukaan kasar

Jika teras rumahmu menggunakan lantai semen atau batu alam, ampas kopi bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembersih alami. 

Tekstur kasarnya membantu mengangkat kotoran membandel tanpa merusak permukaan. Namun, hindari penggunaannya pada permukaan yang mudah menyerap noda, seperti keramik berwarna terang.

Mengundang cacing tanah 

Ampas kopi yang ditaburkan di tanah juga dapat menarik cacing tanah. Kehadiran cacing ini sangat bermanfaat karena membantu mengolah tanah agar lebih subur dan mudah menyerap air. 

Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan ampas kopi sebaiknya tidak berlebihan. Jika terlalu banyak, bahan ini bisa menumpuk dan menghambat sirkulasi udara di tanah. 

Baca juga: 4 Area di Kebun yang Tidak Boleh Ditaburkan Ampas Kopi

Selain itu, pastikan ampas kopi dalam kondisi kering sebelum digunakan agar tidak menimbulkan jamur atau bau asam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau