Penulis
KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengimbau siswa ke sekolah dengan naik sepeda atau jalan kaki apabila jarak rumahnya dekat dengan sekolah.
Hal itu guna mendukung program efisiensi energi yang tengah digalakkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai kebiasaan bersepeda bisa kembali dipopulerkan, khususnya pada masa ancaman krisis minyak imbas perang di negara-negara Teluk, Timur Tengah saat ini.
Baca juga: Kapan Siswa Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran 2026? Ini Jadwal Resminya
“Jadi misalnya kami himbau kalau yang rumahnya dekat dari sekolah dan kalau memang kira-kira aman dan nyaman, saya kira tidak ada salahnya jalan kaki atau kembali kepada kebiasaan bersepeda selama masa Covid,” kata Mu'ti dikutip dari Antara, Senin (30/3/2026).
“Kenapa kebiasaan itu tidak kita juga lanjutkan lagi? Itu kan sehat dan juga bisa hemat energi dan bersih lingkungan,” sambungnya.
Ia juga mengimbau pihak sekolah agar dapat menggalakkan kegiatan daur ulang sampah bersama para murid.
Tujuannya agar sampah-sampah yang ada di lingkungan sekolah dapat diolah dan diubah menjadi sumber energi ramah lingkungan.
Baca juga: Antrean Murid SD Muhammadiyah Sapen Tembus hingga Tahun 2032, Orang Tua Rela Daftar Sejak Bayi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (kanan) menyampaikan pesan kunci dalam kegiatan Halabihalal Kemendikdasmen di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin (30/3/2026).Abdul Mu'ti pun mengimbau Pemerintah Daerah untuk meningkatkan layanan transportasi umum di wilayah masing-masing agar menjadi pilihan transportasi siswa menuju ke sekolah.
Saat ini para murid cenderung menggunakan sepeda motor untuk menuju sekolah karena kurangnya jangkauan layanan transportasi umum di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Menurut saya, kalau ada angkutan umum yang aman, nyaman, anak-anak ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum. Itu kan lebih hemat energi, mengurangi polusi. Ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah,” ujar Mu’ti.
Baca juga: Kalau Hari Guru Pakai Baju Apa? Berikut Aturan Resmi Kemendikdasmen
Sebelumnya pada Kamis (19/3), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto kepada beberapa menterinya menginstruksikan efisiensi energi menyasar kepada sektor-sektor yang spesifik sehingga kebijakan hemat energi itu berjalan tepat sasaran.
Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Prabowo menerima laporan dari beberapa menteri mengenai antisipasi pemerintah menjaga ketahanan energi nasional.
Khususnya di tengah ancaman krisis minyak imbas perang di negara-negara Teluk, Timur Tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya