KOMPAS.com - Pebalap Indonesia, Mario Suryo Aji, mengungkapkan pandangannya mengenai pengaruh kehadiran Veda Ega Pratama terhadap dinamika tim di Honda Team Asia.
Menjelang balapan di Circuit of The Americas (COTA), Mario Suryo Aji membawa modal berharga berupa rekam jejak impresif yang pernah ia torehkan di sirkuit tersebut pada musim lalu.
Kepercayaan diri Mario Suryo Aji didasari oleh pencapaian bersejarahnya sebagai pembalap Indonesia pertama yang mampu menembus posisi 10 besar di level Grand Prix.
Fokus utamanya saat ini adalah memberikan hasil maksimal di kelas menengah, demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Meski musim lalu meraih posisi ke-9 dalam kondisi lintasan basah, pembalap berusia 22 tahun ini merasa tertantang untuk mengulang kesuksesan di cuaca yang berbeda.
Persiapan matang bersama tim teknis di kelas Moto2 menjadi kunci utamanya menghadapi seri kali ini.
"Saya optimistis untuk mengulangi momentum yang sama dari tahun kemarin, bahkan lebih baik lagi," ucap Mario, Kamis (26/3/2026).
Pembalap yang kini berada di bawah naungan Honda Team Asia tersebut menjelaskan bahwa transisi dari lintasan basah ke kering menjadi target barunya.
"Tahun kemarin kami melakukan balapan di kondisi basah dan sepertinya minggu ini kering, Mario ingin mengulangi momentum itu atau bahkan lebih baik lagi di kondisi kering," jelasnya.
Pemanfaatan data teknis dari musim sebelumnya juga menjadi prioritas untuk menyempurnakan performa motor.
"Kami sudah mendapatkan momentum yang bagus di dua balapan terakhir dan Mario ingin mempertahankan itu di sini," terang Mario Suryo Aji.
"Datanya juga sudah ada, tinggal dioptimalkan. Kita sudah ada data dari tahun lalu juga, jadi ya oke."
Di sisi lain, dinamika di internal tim terasa lebih hidup dengan kehadiran Veda Ega Pratama yang berlaga di kelas Moto3.
Prestasi gemilang Veda yang kini bertengger di papan atas klasemen sementara diakui Mario sebagai pemicu semangat tambahan bagi seluruh anggota tim.
Alih-alih merasa terancam dengan sorotan publik yang kini tertuju pada sang junior, Mario justru melihat hal tersebut sebagai keuntungan emosional.
Baginya, atmosfer positif yang dibawa rekan senegaranya itu memberikan dampak besar bagi mentalitas bertanding.
"Sebenarnya adanya Veda di tim membuat semua orang di dalam tim jadi lebih semangat, atau membawa mood baru di tim," tutur Mario Suryo Aji.
Ia menekankan bahwa dirinya tetap fokus pada pengembangan karier profesionalnya tanpa terganggu oleh opini publik terkait popularitas.
"Dan untuk sanjungan yang didapat Veda, sebenarnya saya tidak terganggu sama sekali. Saya berkompetisi untuk melakukan yang terbaik, bukan untuk memenangkan kompetisi perhatian atau sanjungan," tegasnya.
Bagi Mario, dukungan masyarakat Indonesia untuk kemajuan pembalap tanah air adalah motivasi yang paling murni.
"Tapi saya apresiasi kepada semua orang yang sudah men-support Mario dan Veda. Jadi tidak ada beban sama sekali."
"Mario hanya senang karena adanya Veda di tim. Jadi justru emosi yang hadir adalah motivasi. Nggak cuma untuk Mario, tapi seluruh staf di tim," pungkasnya.
https://www.kompas.com/motogp/read/2026/03/27/11061718/mario-suryo-aji-ungkap-dampak-kehadiran-veda-ega-di-honda-team-asia