Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

13 Titik Jalur Lintas Tengah Jabar Berpotensi Macet saat Lebaran

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, Sjofva Rosliansjah mengatakan, potensi kemacetan diperkirakan akan terjadi di Jalur Lintas Tengah Nagreg-Malangbong-Gentong, dan Ciawi-Puncak-Cianjur yang merupakan daerah wisata.

"Sedangkan Jalur Pantasi Selatan (Pansela) cenderung lebih aman dari gangguan kemacetan," ujarnya kepada Kompas.com pada Jumat (29/03/2024).

Diperkirakan, ada 14 titik kemacetan di sepanjang Jalur Pantura, dari Bekasi hingga Batas Jawa Tengah. Sedangkan Jalur Lintas Tengah diprediksi ada 13 titik kemacetan.

"Sebagian besar lokasi kemacetan ada di daerah perkotaan, pasar, dan terminal," tandasnya.

Terkait kondisi Jalan Nasional di Jabar, berdasarkan SK Menteri PUPR No. 430/KPTS/M/2022 tentang Jalan Nasional, panjang jalan nasional di Provinsi Jabar ialah 1.782,65 km.

Sesuai survei kondisi jalan semester 2 tahun 2023 yang telah dilakukan, kemantapan jalan nasional di BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat sebesar 97,81 persen.

"Kemudian untuk panjang Jalan Nasional di sepanjang Pantai Selatan Jawa Barat adalah sepanjang 415,22 km dengan kemantapan sebesar 97,23 persen," pungkas Sjofva.

https://www.kompas.com/properti/read/2024/03/30/194019221/13-titik-jalur-lintas-tengah-jabar-berpotensi-macet-saat-lebaran

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com