Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tak Perlu ke Pinggiran Kabupaten, di Pusat Kota Bekasi Masih Ada Hunian Rp 100 Jutaan

Data terbaru dari Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) mengungkap, masih ada hunian strategis di bawah Rp 200 juta yang ternyata belum sepenuhnya punah dari peta Bekasi Selatan dan Mustikajaya.

Namun, Anda harus bergerak taktis. Salah satu opsi bahkan sudah menyentuh titik kritis yang hanya menyisakan satu unit pamungkas.

Berikut adalah dua pilihan hunian di Kota Bekasi yang patut Anda kunci sekarang juga:

1. Bekasi Timur Regency

Bagi pemburu rumah tapak, ini adalah temuan paling langka di kelasnya. Berlokasi di Mustikajaya, proyek besutan Cakrawala Nusadimensi ini menawarkan harga yang sangat agresif untuk ukuran kota yang kian padat.

  • Harga: Rp 141.000.000
  • Spesifikasi: Tipe 22 Azurite (Rumah Tapak), Luas Tanah 60 meter persegi.
  • Status Unit: Hanya tersedia 1 unit terakhir. Ini adalah kesempatan "siapa cepat, dia dapat" sebelum pengembang menutup buku penjualan.

2. Grand Kamala Lagoon

Bergeser ke pusat gravitasi ekonomi Bekasi Selatan, emiten BUMN PT PP Properti Tbk menghadirkan opsi hunian vertikal yang modern.

Proyek ini menjadi oase bagi kaum urban yang mendambakan efisiensi tanpa harus terlempar ke pinggiran kabupaten.

  • Harga: Rp 179.000.000
  • Spesifikasi: Tipe Studio B (Rumah Susun), Luas 21 meter persegi.
  • Dinamika Pasar: Dari total 158 unit, tepat 50 persen atau 79 unit telah terjual.

Artinya, Anda kini berada dalam persaingan memperebutkan 79 unit terakhir di lokasi yang sangat prestisius.

Mengapa Harus Mengamankan Unit Ini?

Nilai jual utama dari kedua opsi ini bukan sekadar pada label harga di bawah Rp200 juta, melainkan pada kepastian legalitas dan aksesibilitas.

Mengingat kenaikan harga lahan di Kota Bekasi yang konsisten setiap tahun, memiliki aset di Mustikajaya atau Bekasi Selatan dengan harga subsidi adalah langkah finansial yang sangat cerdas.

Bekasi Timur Regency menawarkan privasi rumah tapak dengan tanah yang cukup luas, sementara Grand Kamala Lagoon menjanjikan capital gain tinggi berkat lokasinya yang menempel dengan nadi transportasi dan pusat bisnis.

Kelangkaan stok di Mustikajaya adalah sinyal kuat bahwa rumah tapak dengan harga Rp 140 jutaan di dalam kota sudah di ambang kepunahan.

Menunda keputusan pada tahun 2026 berarti merelakan kesempatan memiliki hunian pertama dan kembali ke siklus kontrak hunian yang kian mahal.

https://www.kompas.com/properti/read/2026/03/23/180000521/tak-perlu-ke-pinggiran-kabupaten-di-pusat-kota-bekasi-masih-ada-hunian

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com