Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa Pemilik Jeddah Tower, Calon Gedung Terjangkung di Dunia?

Kompas.com, 9 Oktober 2025, 15:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Sumber CTBUH

JAKARTA, KOMPAS.com - Jeddah Tower atau juga dikenal Kingdom Tower di Arab Saudi digadang-gadang akan menggeser posisi Burj Khalifa sebagai gedung terjangkung di dunia.

Sebab, Jeddah Tower direncanakan memiliki ketinggian 3.281 kaki atau 1.000 meter (1 kilometer), atau lebih tinggi dibandingkan Burj Khalifia yang menjulang 828 meter.

Baca juga: Konstruksi Calon Gedung Tertinggi di Dunia Sentuh Lantai ke-73, Hampir 300 Meter

Informasi itu diketahui melalui lembaga internasional yang memiliki spesialisasi di bidang gedung pencakar langit dan desain perkotaan berkelanjutan, Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH).

Siapa Pemilik Jeddah Tower?

Proyek ambisius tersebut dimiliki Jeddah Economic Company Ltd. (JEC) yang dirancang oleh Adrian Smith dan Gordon Gill dari Adrian Smith + Gordon Gill Architecture.

Dilansir dari laman resmi JEC, perusahaan tersebut berdiri pada tahun 2009 dan merupakan usaha patungan antara para raksasa real estat dan pengembang Arab Saudi.

Mereka terdiri dari Kingdom Holding Company (pemegang saham mayoritas), Abrar Holding Company, Qila'a Jeddah Company, dan Saudi Bin Laden Group.

Aliansi perusahaan ini terinspirasi oleh ambisi Pangeran Al Waleed Bin Talal, anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi, serta pemilik Kingdom Holding Company.

Artinya, bisa dikatakan pemilik Jeddah Tower aalah Pangeran Al Waleed Bin Talal.

Sebagai informasi, Pangeran Al Waleed Bin Talal merupakan paman dari Pangeran Al Waleed Bin Khaled yang dijuluki Sleeping Prince dan meninggal pada 17 Juli 2025 lalu.

Baca juga: Desain dan Spesifikasi Calon Gedung Tertinggi di Dunia, Jeddah Tower

Setelah selesai dibangun, gedung pencakar langit ini akan bergabung dengan keajaiban arsitektur lain di Jeddah, seperti Masjid Terapung Penang dan Al Balad, pusat bersejarah kota yang menampilkan rumah-rumah dari koral.

Profil Jeddah Tower 

Sesuai dengan namanya, proyek yang berlokasi di Jeddah, Arab Saudi, ini direncanakan menjadi gedung multifungsi, menawarkan perkantoran, hunian, area komersial, dan hotel.

Selain itu, juga akan ada dek observasi direncanakan menjadi yang tertinggi di dunia, serta balkon luar ruangan berdiameter 29,8 meter persegi, yang awalnya dirancang sebagai helipad.

Bangunan ini dirancang dengan gaya neo-futuristik, sebuah estetika avant-garde yang seringkali ditopang oleh penggunaan teknologi kelas dunia dan pemikiran ulang terhadap bentuk dan fungsi bangunan.

Gambar render menunjukkan sebuah menara tunggal yang ramping, yang sedikit meruncing ke arah puncaknya.

Baca juga: Calon Gedung Tertinggi Dunia di Jeddah Dilengkapi Hotel Supermewah

Sebagaimana dijelaskan Smith dan Gill, bentuknya terinspirasi oleh daun palem, yang banyak terdapat di Arab Saudi.

Meski dimaksudkan untuk menghormati asal-usulnya di Arab Saudi, desain ini juga mewakili puncak desain supertinggi dan evolusi teknologi yang memungkinkan desain monumental tersebut menjadi kenyataan.

"Geometri menara, yang dimulai dari dasar sebagai bentuk tripod tunggal, kemudian secara bertahap terpisah di puncak menara, berkaitan dengan karakteristik kinerja angin menara, sebuah analogi pertumbuhan baru yang dipadukan dengan teknologi," tambah Smith dan Gill.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau