JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun akses jalan masuk menuju proyek waste to energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Wakil Menteri (Wamen) PU Diana Kusumastuti menuturkan hal ini kepada Kompas.com, usai melaksanakan Rapat Koordinator Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Baca juga: Danantara Bakal Jadi Pemegang Saham 7 Proyek Sampah Jadi Listrik
"Peran (Kementerian) PU kan kita mendukung aja, paling nanti kalau ada akses jalan masuk dan sebagainya. Karena, ini semuanya dilaksanakan oleh Danantara," tegas Diana.
Namun demikian, Diana belum menghitung lebih rinci terkait kebutuhan anggaran untuk akses jalan tersebut.
"Belum. Mereka (Danantara) masih membuat ini dulu (lelang proyek). Kita kan cuma hanya jalannya saja," tegasnya.
CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan, 204 investor dari dalam dan luar negeri tertarik untuk ikut dalam tender (lelang) WTE atau PSEL pada November mendatang.
Rosan menambahkan, 204 investor tersebut berasal dari dalam maupun luar negeri.
"Dan prosesnya ini itu untuk seleksinya dan kita mengharapkan di November. November, ya November pertengahan sudah mulai untuk proses bidding-nya. Dan kita nanti akan melakukan, ya prosesnya kurang lebih sampai awal tahun depan lah ya," ujar Rosan dalam kesempatan yang sama.
Dia memastikan, proyek tersebut sejatinya tetap dijalankan meskipun ada atau tidaknya investor.
Namun demikian, Danantara memang bertugas untuk menarik para investor dalam proyek WTE.
"Karena, kan semua aturannya sudah jelas gitu ya. Dan tadi sudah diumumkan ada tujuh yang sudah siap tidak hanya dari segi sampah, tapi juga dari segi lahan, dan juga dari segi kesediaan airnya nanti, dan kesediaan listrik," tambahnya.
Baca juga: Nambah Lagi, 204 Investor Kepincut Proyek Sampah Disulap Listrik
Namun, hal yang paling penting adalah terdapat jalur distribusi dari PT PLN (Persero).
"Jadi, itu juga secara komprehensif memang sudah siap untuk dilaksanakan," tutur dia.
Sementara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas membeberkan rincian tujuh lokasi yang sudah siap melaksanakan groundbreaking (peletakan batu pertama) WTE.
Ke-7 daerah tersebut mencakup Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bogor, Tangerang Raya, Semarang, Bekasi Raya, serta Medan Raya.
Zulhas menuturkan, Indonesia sebetulnya telah ketertinggalan hingga akhirnya Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
"Sampah yang menimbulkan penyakit itu, melalui Imprez itu, sekarang insyaallah akan berubah menjadi energi listrik, akan menjadi lapangan kerja, dan akan menjadi sumber energi yang terbarukan," tuntas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang