Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terungkap, Alasan Foodcourt Berada di Lantai Teratas Mal

Kompas.com, 24 November 2025, 16:09 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap mengunjungi mal, Anda pasti mendapati keberadaan foodcourt atau pujasera yang terletak di lantai paling atas.

Pengunjung pun mafhum jika lantai atas merupakan tempat mengisi perut usai berkeliling mal.

Untuk itu, tata letaknya ini bisa dikatakan memang disengaja.

Mengapa Foodcourt Berada di Lantai Teratas Mal?

Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) Bambang Ekajaya menjelaskan, konsep utama mal adalah menaruh anchor tenant (penyewa besar) di lokasi-lokasi yang kurang strategis.

"Fungsinya menjadi daya tarik orang ke lokasi tersebut, termasuk foodcourt yang merupakan kebutuhan pengunjung mal," kata Bambang, kepada Kompas.com.

Baca juga: 5 Mal Terbesar di Dunia, Adakah dari Jakarta?

Maka dari itu, pujasera diletakkan di lantai paling atas karena orang akan mencari lokasinya.

Dengan begitu, diharapkan trafik pengunjung saat naik ke lantai atas akan melihat toko-toko lain. Sehingga, keramaian bisa merata sampai dengan di lantai atas.

Namun demikian, ada beberapa alasan penempatan foodcourt di lantai atas mal seperti dilansir dari Marketing Mind, Senin (24/11/2025), berikut ini:

Eksklusivitas

Foodcourt biasanya sangat besar, dengan banyak area tempat duduk dan berbagai gerai makanan.

Karena ukurannya besar dan membutuhkan banyak ruang, masuk akal untuk menempatkannya di lantai paling atas, terpisah dari toko-toko lainnya.

Kemudahan Operasional

Dengan banyak gerai makanan, food court butuh ruang yang cukup dan ventilasi yang baik agar bisa beroperasi dengan nyaman.

Baca juga: 5 Mal Terbesar di Indonesia, Pakuwon Surabaya Juaranya

Menempatkannya di lantai atas tentu membantu menghindari ketidaknyamanan bagi pelanggan, baik dari sisi ruang maupun pergerakan.

Perilaku Manusia

Secara perilaku, aroma makanan yang menggoda bisa sangat menarik perhatian.

Jika food court diletakkan di lantai dasar, aroma makanan bisa mengalihkan perhatian orang terlalu awal sehingga mereka mungkin tidak menjelajahi sisa mal.

Dengan menempatkannya di atas, pelanggan lebih dahulu berjalan melewati toko-toko lain sebelum akhirnya menuju food court.

Penempatan Strategis

Food court dianggap sebagai tempat di mana orang bisa menghabiskan waktu. Karena itu, mall menempatkannya di atas dengan sengaja agar perjalanan pengunjung ke food court melewati lantai-lantai bawah.

Baca juga: Meski Pengunjung Mal Anjlok, tapi Merek Global Justru Makin Marak

Ini mendorong pengunjung untuk mengeksplor toko-toko di lantai bawah dan bisa membuat mereka membeli sesuatu meskipun awalnya tidak berniat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau