Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pintu Tol Tarumajaya Dibuka, Pacu Pertumbuhan Simpul Logistik Marunda

Kompas.com, 15 Desember 2025, 09:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan industri Marunda Center resmi memasuki babak baru transformasinya menjadi sebuah kota industri terintegrasi dengan peresmian gerbang utama Marunda City yang terhubung langsung dengan Pintu Tol Tarumajaya.

Direktur Utama PT Multikarya Hasilprima sekaligus Presiden Direktur Marunda Center, Iwan Yuswanto Djunaedi, menegaskan, infrastruktur ini bukan sekadar pembangunan fisik.

"Akses langsung ke Tol Tarumajaya akan mempercepat mobilitas distribusi barang keluar-masuk kawasan. Gerbang ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol transformasi Marunda Center menuju Marunda City," ujar Iwan kepada Kompas.com, Senin (15/12/2025).

Baca juga: Laba Bersih Modernland Melesat 367 Persen Didukung Kawasan Industri

Marunda Center kini mengusung konsep Marunda City, sebuah kota industri terintegrasi yang dirancang untuk menggabungkan berbagai fungsi vital dalam satu ekosistem seluas 600 hektar.

Konsep ini mencakup kawasan industri, pelabuhan, pusat logistik, komersial, dan hunian. Ke depan, ekosistem ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, olahraga, serta ruang publik.

Iwan menjelaskan, Marunda City diproyeksikan sebagai katalis investasi lokal dan internasional, serta pusat pertumbuhan ekonomi baru yang harmonis dan berkelanjutan di wilayah Bekasi Utara.

Untuk mendukung konsep terintegrasi ini, Marunda City menawarkan beragam produk properti industri, termasuk Standard Factory Building (SFB), Boutique Office, dan gudang sewa dengan total Net Leasable Area (NLA) 20 hektar, serta kavling industri siap bangun.

Konektivitas Logistik Nasional Melalui JORR 2

Kunci dari transformasi Marunda City adalah penguatan konektivitas logistik yang tak tertandingi di kawasan tersebut.

Baca juga: Kemenko IPK Kebut RPP Kereta Cepat Demi Kemandirian Industri Perkeretaapian

Gerbang utama yang baru dibuka ini terhubung langsung dengan ruas Tol Cibitung–Cilincing, yang merupakan bagian vital dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2.

Jaringan tol yang diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada September 2022, ini secara strategis menempatkan Marunda City sebagai simpul logistik yang menghubungkan timur dan barat Jabodetabek.

Konektivitas ini tidak hanya mempercepat akses jalan darat, tetapi juga didukung oleh pembangunan pelabuhan fase kedua di kawasan tersebut.

Peningkatan kapasitas bongkar muat pelabuhan ini dirancang untuk mendukung sektor logistik dan hilirisasi CPO, yang menjadi salah satu fokus pengembangan kawasan.

Integrasi jalan tol dan pelabuhan menciptakan rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan.

Dampak Ekonomi dan Kota Modern Berbasis IoT

Pengembangan Marunda City ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Iwan mengungkapkan, efek berganda dari pertumbuhan tenant sudah terlihat, mulai dari peningkatan Pendapatan Pajak dan BPHTB, penyerapan ratusan tenaga kerja konstruksi, hingga pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di sekitar kawasan.

Baca juga: Investor China Bikin Kawasan Industri di Subang Meledak

Dalam menghadapi era Industri 4.0, pengembang juga menyiapkan infrastruktur masa depan.

Kawasan ini telah dilengkapi utilitas dasar berstandar tinggi (listrik, air bersih, pengolahan limbah terpadu) dan secara spesifik sedang menyiapkan infrastruktur IoT (Internet of Things) dan backbone internet sebagai fondasi pengembangan kota industri modern dalam 5–10 tahun ke depan.

Melalui pembukaan gerbang utama ini, GM Marketing Marunda City, Ehlis, menegaskan, kawasan ini memadukan industri, komersial, dan residensial, sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Bekasi Utara dan nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau