Penulis
KOMPAS.com - Bagi masyarakat yang biasa bepergian ke kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, pastinya sudah akrab dengan Masjid Atta Awun.
Masjid ini sangat terkenal sebagai tempat persinggahan masyarakat yang berwisata atau melalui jalur Puncak. Arsitekturnya juga sangat khas sehingga bangunannya mudah dikenali.
Masjid ini berada tepat di pinggir Jalan Puncak Bogor-Cianjur, tepatnya di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.
Dirangkum dari pemberitaan Tribunnews, pemilik Masjid Atta'Awun adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembangunannya dimulai sekitar tahun 1993 dan rampung pada kisaran tahun 1999.
Ide pembangunan masjid ini muncul kala Gubernur Jawa Barat 1993-2003 Nana Nuriana melakukan perjalanan dari Bandung ke Jakarta via Puncak Bogor.
Baca juga: Siapa Sebenarnya Pemilik PIK, Aguan atau Grup Salim?
Sebelum dibangun masjid megah, di kawasan Puncak Pass ini sebenarnya sudah ada masjid, namun bangunannya kecil dan sangat sederhana yang berdiri di atas lahan PTPN.
Nana Nuriana yang beristirahat di tempat tersebut, kemudian memerintahkan agar dibangun masjid yang lebih besar agar bisa menampung lebih banyak orang sekaligus sebagai tempat transit yang representatif.
Ia kemudian mengusulkan ide pembangunan masjid kepada Departemen Pertanian yang saat itu masih membawahi PTPN agar diberikan tambahan lahan.
Setelah adanya permohonan dari Gubernur Jawa Barat ke Departemen Pertanian, PTPN akhirnya memberikan lahan seluas 1 hektare guna perluasan masjid yang dulunya bernama Al Muttaqin itu.
Menariknya, meski berstatus sebagai masjid pemerintah provinsi, proses pembangunan Masjid Atta'Awun tidak sepenuhnya mengandalkan anggaran negara.
Biaya pembangunannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat Jawa Barat. Saat proses pembangunan, besaran sumbangan masyarakat pun terbilang kecil. Rata-rata kontribusi per orang berkisar antara Rp 100 hingga Rp 500.
Konsep kebersamaan itulah yang kemudian melatarbelakangi pemberian nama Masjid Atta’Awun. Dalam bahasa Arab, Atta’Awun berarti bekerja sama atau gotong royong.
Baca juga: Ini Sosok Pemilik Mal Taman Anggrek, Punya Bisnis Keramik hingga Hotel
Nama tersebut mencerminkan semangat kolektif masyarakat dalam mewujudkan pembangunan masjid, mulai dari tahap awal hingga akhirnya dapat digunakan oleh publik.
Pembangunan Masjid Atta Awun Puncak Bogor juga tidak lepas dari masalah. Pada 1998, proyek ini sempat mengalami kendala akibat krisis moneter yang melanda Indonesia.
Namun demikian, pembangunan masjid tidak berhenti sepenuhnya. Tidak lama setelah krisis tersebut, Masjid Atta'Awun akhirnya berhasil diselesaikan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Jawa Barat hingga kini.
Masjid Atta’Awun berdiri di atas lahan seluas lebih dari 10.000 meter persegi. Bangunan ini mampu menampung lebih dari 1.000 jemaah, menjadikannya salah satu masjid berkapasitas besar di kawasan Puncak.
Selain ruang ibadah, masjid ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti kolam-kolam ikan, taman, serta aliran sungai kecil yang mengelilingi area masjid.
Baca juga: Siapa Pemilik JGC Cakung, Pengembang yang Didemo Gara-gara Bau Sampah?
Artikel ini juga bersumber dari Tribunnews berjudul: