JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meninjau perumahan di Bekasi, Jawa Barat yang terendam banjir beberapa waktu lalu dan disebut oleh warganet berubah menjadi "danau" bahkan "laut".
Tinjauan dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Sri Haryati, Dirjen Perumahan Perdesaan Fitrah Nur, Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman, Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Pembiayaan, Pencegahan Korupsi, dan Pemberdayaan Masyarakat Budi Permana, serta Staf Khusus Menteri Bidang Perbankan dan Pembiayaan Dwidadi Sugito pada Rabu (28/01/2026).
Baca juga: Banjir Bandang di Pemalang, Dua Jembatan Putus
Adapun lokasi yang ditinjau meliputi Perumahan Sukamekar Regency, Mutiara Indah, Green Lavender, Nebraska Terrace Sukamekar, dan Grand Permata Residence.
Kelima kawasan tersebut merupakan perumahan subsidi yang dihuni oleh MBR dan terdampak langsung banjir akibat luapan Kali CBL beberapa waktu lalu.
Dikutip dari keterangan resmi Kementerian PKP pada Kamis (29/01/2026), dalam peninjauan tersebut, tim melakukan observasi kondisi fisik bangunan, berdialog langsung dengan warga terdampak, serta berkoordinasi dengan pengembang dan pemerintah daerah setempat.
Dari hasil tinjauan awal, ditemukan sejumlah unit rumah dan lingkungan perumahan yang tergenang banjir sehingga memerlukan penanganan segera.
Kementerian PKP menegaskan bahwa perlindungan terhadap hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) merupakan prioritas utama, khususnya pada kawasan perumahan subsidi yang terdampak bencana banjir.
Baca juga: Banjir Bandang di Pemalang, Dua Jembatan Putus
Langkah-langkah yang akan ditempuh antara lain pendataan rinci unit terdampak, koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait normalisasi Kali Bekasi dan Kali CBL sesuai kewenangan masing-masing, koordinasi dengan pengembang dan perbankan terkait tanggung jawab perbaikan dan penanganan, serta sinkronisasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan infrastruktur lingkungan.
Kunjungan lapangan ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis dan kebijakan tindak lanjut bersama para pemangku kepentingan, guna memastikan masyarakat terdampak memperoleh solusi yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan akan bersikap tegas ke pengembang perumahan Green Lavender Sukamekar, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.
Hal ini menyusul banjir setinggi 2 meter yang merendam perumahan tersebut hingga disebut "danau" bahkan "laut".
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersikap tegas pada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya," kata KDM lewat Instagram pribadinya @dedimulyadi71, dikutip Senin (26/01/2026).
Baca juga: Cari Rumah Bebas Banjir? Ini 5 Kecamatan Paling Tinggi di Depok
Video unggahannya diawali dengan potongan video yang menampakkan perumahan berubah menjadi "laut" akibat banjir, hingga menimbulkan ombak akibat angin kencang.
"PT Gemilang Sakti Propertindo mana yang kalian janjikan rumah bebas banjir dan hunian nyaman. Ini yang kalian bilang nyaman, rumah kami jadi lautan air," bunyi tulisan dalam video tersebut.
"Kemudian (pengembang perumahan) mendapat pasar yang relatif baik dengan janji kawasan nyaman, kawasan bebas banjir, dan sejenisnya. Tapi faktanya tidak sesuai dengan harapan," lanjut KDM.