Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masih Banyak Warga Aceh Tamiang Tinggal di Tenda, Huntara Dikebut

Kompas.com, 26 Februari 2026, 07:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Dengan begitu, seluruh pengungsi yang masih tinggal di tenda dapat segera menempati hunian sebelum Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Dody saat melaksanakan silaturahmi dan sahur bersama penghuni Huntara Tamiang 2, Rabu (25/2/2026).

“Memang ada keluhan, ada beberapa masyarakat yang masih di tenda dan minta percepatan. Insya Allah kita coba kejar sebelum Lebaran. Ada empat titik yang dimintakan ke Kementerian PU untuk dikerjakan di Tamiang. Kita coba kejar cepat dan selesai sebelum Lebaran,” ujar Dody, Rabu (25/2/2026).

Untuk di lokasi Huntara Tamiang 2, saat ini telah terbangun 13 blok, dengan tambahan tujuh blok dalam proses pembangunan sehingga total menjadi 20 blok.

Baca juga: 44 Blok Huntara di Aceh Utara Rampung Sebelum Lebaran

Kementerian PU juga tengah menyelesaikan empat titik tambahan berdasarkan usulan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

102 Blok Huntara Dibangun di Aceh

Secara keseluruhan di Provinsi Aceh, Kementerian PU telah membangun 102 blok huntara yang mampu menampung sekitar 1.204 kepala keluarga (KK).

Jumlah tersebut masih bersifat dinamis seiring adanya tambahan usulan dari pemerintah daerah melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dody menegaskan, penetapan penghuni huntara merupakan kewenangan pemerintah daerah, sementara Kementerian PU bertanggung jawab pada pembangunan hunian beserta fasilitas pendukungnya.

“Kementerian PU hanya bertugas membangun rumah-rumah hunian serta seluruh fasilitas yang ada di dalamnya, termasuk air, sambungan listrik, dan sebagainya,” tambahnya.

Dia menyampaikan, seluruh pengungsi akan secara bertahap menempati huntara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, meski prosesnya bergantung pada kesiapan lahan dan tahapan pembangunan.

Untuk memperkuat layanan dasar, Kementerian PU saat ini juga memperbaiki dan meningkatkan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Karangbaru melalui pembangunan instalasi pengolahan air berkapasitas 2 x 50 liter per detik.

“Terkait air bersih, saat ini kita sedang memperbaiki SPAM yang ada di Karangbaru. Mudah-mudahan 2 hingga 3 bulan selesai dan dapat segera kita alirkan juga ke Huntara Tamiang 2 serta beberapa tempat lain, termasuk suplai ke rumah sakit,” ujar Dody.

Baca juga: Progres Tembus 70 Persen, 245 Huntara di Tapanuli Selatan Dipercepat

Perwakilan penghuni Huntara Tamiang 2 Indra Saputra menyampaikan apresiasi atas percepatan penanganan yang dilakukan pemerintah.

Dia menyebut warga telah tinggal di huntara selama sekitar dua minggu dan merasakan kondisi yang cukup nyaman, meski masih terdapat kendala terkait kualitas air dan pengangkutan sampah.

“Kami mohon agar air bisa lebih bersih dan suplai sampah lebih rutin diangkut,” kata Indra.

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian PU memastikan percepatan pembangunan hunian sementara berjalan seiring dengan penguatan layanan dasar.

Sehingga, masyarakat terdampak dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian tetap (huntap).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau