Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kisah Perjuangan Srikandi Olahraga Indonesia di SEA Games 2025: Mulai dari Hamil hingga Pecah Telur Emas

KOMPAS.com - Di tengah suasana SEA Games Thailand 2025 dan nuansa Hari Ibu di Indonesia, terdapat sebuah cerita yang hadir dari para Srikandi olahraga Indonesia.

Mulai dari bertanding dalam kondisi hamil hingga pecah telur emas setelah berkali-kali tampil di pesta olahraga Asia Tenggara itu.

Perjuangan pertama hadir dari atlet catur Indonesia, Medina Warda Aulia, yang sukses mempersembahkan satu emas, satu perak, dan satu perunggu untuk Merah Putih. 

Prestasi itu diraihnya dalam kondisi yang tidak mudah. Pasalnya, dia bertanding di tengah masa kehamilan anak pertamanya yang menginjak 7 bulan.

Berbagai perasaan meliputinya jelang pertandingan. Bahkan, dia sempat merasakan mual. Namun, dia mencoba untuk tetap tenang, fokus, dan tampil presisi. 

"Pas sebelum tanding ada rasa mual. Tapi, begitu main sudah tidak mual lagi. Karena fokus ke pertandingan," ungkap Medina dalam keterangan resmi Kemenpora, Selasa (23/12/2025).

Satu hal sederhana dipersiapkan oleh Medina yang dibantu rekan-rekan setimnya untuk menyiapkan air kelapa setiap akan bertanding. Cara tersebut efektif mengurangi mual yang dirasakannya.

Minuman itu dikonsumsinya saat di ruang tunggu sebelum pertandingan dimulai. Selain itu, ada pula cokelat dan permen yang juga menjadi andalan untuk membantu meredakan mual.

"Begitu masuk ke papan catur, fokus tanding. Mualnya sudah tidak terasa," ujar Medina.

Konsultasi dengan Dokter

Keikutsertaan Medina di SEA Games tahun ini juga telah melalui pertimbangan matang. Medina berkonsultasi dengan dokter kandungan dan dinyatakan aman untuk bertanding.

Dukungan pun mengalir penuh dari keluarga dan rekan-rekan Pelatnas yang selalu sigap membantu selama persiapan hingga pertandingan.

Namun, perjuangan sesungguhnya justru terjadi jauh sebelum SEA Games 2025 Thailand dimulai. 

Medina menjalani masa pelatnas dan uji tanding dengan disiplin tinggi. Setiap Senin hingga Jumat, ia bahkan menyetir sendiri dari rumahnya di kawasan Condet (Jakarta) menuju Bekasi untuk mengikuti latihan.

Ada satu fase berat yang hampir membuatnya berhenti sejenak. Di tengah pelatnas, kondisi fisiknya sempat menurun, situasi yang mengharuskannya beristirahat selama satu minggu. 

"Saat itu memang lelah dan harus benar-benar istirahat," tutur dia.

Segala perjuangan itu pun akhirnya terbayar lunas. Medina menutup SEA Games Thailand 2025 dengan koleksi satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. 

Medali emas diraih dari nomor ASEAN Chess Rapid Women Quadruple, perak dari FIDE Chess Rapid Women Double, serta perunggu dari Makruk Chess Classic Mixed Quintuples. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus mengharukan.  

Medali emas SEA Games kali ini bernilai hingga Rp 1 miliar. Bagi Medina, hal tersebut membawa rasa syukur tersendiri. 

Dia pun telah merencanakan peruntukkan bonus itu dengan matang.

"Nanti buat investasi dan tabungan pendidikan anak," ucapnya. 

Di samping perjuangan Medina, hadir juga kisah pantang menyerah dari atlet judo putri, Syerina.

Setelah perjuangan panjang sejak 2019, dia akhirnya merasakan emas pertamanya di SEA Games pada edisi 2025 ini.

Tampil di kategori women's combat kelas 63-70 kg, Syerina tampil gemilang mengalahkan wakil Vietnam, Le Huynh Tuong Vi, untuk mengklaim emas di SEA Games 2025.

Perasaan gembira pun meluap-luap dirasakan oleh anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

Sebab, dia harus menunggu hingga empat edisi SEA Games untuk membawa pulang medali emas.

Pada 2019, Syerina meraih perak dari nomor women's combat team. Di 2021, dia kembali mendapatkan perak dari nomor mixed combat team. Dan pada 2023, Syerina menyabet perunggu dari nomor mixed combat team.

"Luar biasa akhirnya bisa mendapatkan emas di SEA Games keempat saya," kata Syerina kepada awak media ketika ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, selepas acara penyambutan kepulangan atlet SEA Games 2025, beberapa waktu lalu.

Kemenangan ini juga terasa lebih bermakna lantaran perjuangannya cukup berat lantaran Syerina tak bermain di kelasnya. Dia naik satu kelas di atasnya.

"Perjuangannya luar biasa karena saya harus menaikkan berat badan. Luar biasanya lagi sampai bisa menang dari lawan yang bobotnya lebih berat," kata Syerina.

Kendati demikian, perjuangannya tak sia-sia. Baginya, bonus yang naik dua kali lipat menjadi pemanis bagi lelah yang dirasakannya sejak masa persiapan.

"Saya jalani saja. Masa sudah berkali-kali SEA Games tidak mendapatkan emas. Jadi, itu yang memacu saya di SEA Games tahun ini," ujar dia.

https://www.kompas.com/sports/read/2025/12/23/21424078/kisah-perjuangan-srikandi-olahraga-indonesia-di-sea-games-2025-mulai-dari

Terkini Lainnya

Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com