Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Apresiasi KOI ke Atlet Indonesia Usai Lampaui Target di SEA Games 2025

KOMPAS.com - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, bersyukur dengan pencapaian kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand yang berhasil finis di peringkat kedua.

Tim Indonesia berhasil melampaui target di gelaran SEA Games 2025 setelah menyelesaikan perlombaan sebagai runner up.

Tim Merah Putih mengumpulkan 91 medali emas, 112 medali perak, dan 130 medali perunggu.

Capaian tersebut melebihi target awal yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kemenpora yang mematok peringkat ketiga dengan raihan 80-85 medali emas.

Berjuang Keras Lampaui Perhitungan Awal

Namun, fakta di lapangan berbicara lain setelah para atlet Indonesia berjuang keras untuk membanggakan nama bangsa sehingga mampu melampaui perhitungan awal.

“Kita sudah menutup satu lagi lembaran baik di akhir 2025. SEA Games Thailand ini jauh melebihi ekspektasi dari yang kita bicarakan sebelumnya," kata Oktohari dalam konferensi pers di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Oktohari menambahkan bahwa prestasi ini tak lepas dari peran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir langsung melepas para atlet dan menaikkan jumlah bonus yang akan diterima para peraih medali di SEA Games tahun ini.

"Ternyata, keampuhan wejangan seorang presiden mampu melambungkan semangat dan antusiasme para atlet serta ofisial yang berada di Thailand," ujar Oktohari.

"Kalau istilah saya kemarin, para atlet benar-benar ‘menggila’ karena dilepas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan semangat yang luar biasa," lanjutnya.

Jadi Parameter

Bagi Oktohari, pencapaian ini menjadi tolok ukur untuk menghitung kekuatan Indonesia menuju multievent selanjutnya.

Apalagi, beberapa atlet berhasil menunjukkan kapasitasnya di lapangan dengan memecahkan rekor, seperti Diva Renatta Jayadi (lompat galah) dan Rizki Juniansyah (angkat besi).

Dalam waktu dekat, Asian Games 2026 akan berlangsung pada September 2026.

"Ini menjadi parameter pertama bagi kita dalam mengukur capaian di multievent, karena SEA Games hanya diikuti 11 negara," ucap Oktohari.

"Setelah ini, kita akan menghadapi Asian Games yang diikuti 45 negara, kemudian Olimpiade yang diikuti lebih dari 200 negara."

"Dari sini kita juga bisa mengukur bahwa banyak rekor SEA Games yang terlampaui, bukan hanya rekor SEA Games, bahkan rekor dunia."

"Ini yang menjadi catatan penting bagi saya, bahwa saya sangat bangga kepada atlet-atlet yang telah berlomba dan bertanding di SEA Games Thailand dengan maksimal," jelasnya.

https://www.kompas.com/sports/read/2025/12/24/16524028/apresiasi-koi-ke-atlet-indonesia-usai-lampaui-target-di-sea-games-2025

Terkini Lainnya

Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com